Akurat

Arctic Terbuka: Langkah Ana/Trias di Babak 16 Besar Dihentikan Unggulan 2 Asal Malaysia

Hervin Saputra | 9 Oktober 2025, 17:42 WIB
Arctic Terbuka: Langkah Ana/Trias di Babak 16 Besar Dihentikan Unggulan 2 Asal Malaysia
 
AKURAT.CO, Langkah pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, harus terhenti di babak 16 besar Arctic Terbuka 2025 usai disingkirkan unggulan kedua asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
 
Bertarung di Vantaan Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Kamis (9/10), pasangan yang karib disapa Ana/Trias itu kalah straight set dengan skor akhir 15-21 dan 13-21 di laga Arctic Terbuka kali ini.
 
Ana/Trias tampil kurang maksimal sejak awal laga. Mereka kesulitan menjaga ritme permainan dan kerap melakukan kesalahan sendiri, terutama pada bola-bola mudah yang seharusnya bisa dikendalikan.
 
 
"Main hari ini kurang puas dengan performa kami. Banyak sekali kesalahan sendiri, bola-bola gampang yang seharusnya tidak mati malah mati sendiri," kata Ana-sapaan Febriana melalui keterangan resminya.
 
Meski baru menjalani laga perdana setelah mendapat bye di putaran pertama, Ana menegaskan bahwa faktor tersebut bukan alasan di balik penampilan yang belum optimal.
 
Terlebih mereka sudah latihan dan mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu mereka juga tidak mengalami kendala berarti dengan adaptasi lapangan.
 
Menurut Ana, kunci kekalahan mereka justru terletak pada kurangnya kesabaran dalam mengatur pola serangan. Pasangan Malaysia dinilai tampil lebih tenang dan disiplin dalam mengolah permainan.
 
 
"Pearly/Thinaah bermain lebih sabar, mereka banyak mengolah bola lebih dulu. Tidak langsung menyerang, tapi memancing kami untuk menyerang mereka. Saat kami salah buang bola, mereka langsung memanfaatkan kesempatan itu," kata Ana.
 
Secara pola permainan, Ana menilai pertandingan kali ini tak jauh berbeda dibanding pertemuan terakhir di China Terbuka 2025. Bedanya, kali ini justru kesalahan sendiri yang membuat mereka kesulitan menekan lawan.
 
"Dibandingkan di China Open, sebenarnya sama. Pola main kami dan mereka juga mirip, sama-sama bermain panjang. Tapi di sini kami banyak mati sendiri, sementara di China kami bisa lebih tahan dan tidak gampang melakukan kesalahan jadi pertandingan lebih ketat," tuturnya.
 
Meski tersingkir, Ana/Trias bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki konsistensi permainan. Mereka berharap bisa tampil lebih stabil di turnamen berikutnya agar mampu bersaing di level atas.
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H