Akurat

PB Djarum Tak Bantah Ada Bekas Anak Didiknya Terlibat Pengaturan Skor

Leo Farhan | 1 Oktober 2025, 20:15 WIB
PB Djarum Tak Bantah Ada Bekas Anak Didiknya Terlibat Pengaturan Skor
 
AKURAT.CO, Sebanyak tujuh atlet bulutangkis Indonesia diduga terlibat dalam pengaturan skor untuk kepentingan perjudian.
 
Dugaan ini mencuat setelah Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) melakukan investigasi atas laporan pihak tertentu.
 
Dari tujuh atlet tersebut, tiga di antaranya adalah atlet nasional yang sering mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
 
Sementara empat pemain lainnya adalah mantan atlet binaan klub besar di tanah air.
 
 
Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengaku telah mendengar adanya isu tersebut. Ia tidak membantah bahwa ada anak didiknya yang terlibat masalah tersebut.
 
Namun, ia menegaskan belum mengetahui secara detail maupun identitas para atlet yang disebut-sebut terseret dalam dugaan kasus pengaturan skor tersebut.
 
"Iya benar ada anak (PB) Djarum. Tapi, siapa-siapanya saya belum tahu secara detail," kata Yoppy, Rabu (1/10).
 
Dalam laporan tersebut disebutkan adanya atlet yang memasang taruhan atas nama dirinya maupun rekannya dengan pertandingan yang telah dikondisikan demi kepentingan taruhan.
 
 
Meski belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait, Yoppy menegaskan dukungannya terhadap penerapan sanksi tegas apabila benar ada bekas anak didiknya yang terbukti terlibat.
 
"Ya kita selalu sesuai aturan. Harus dihukum. Kalau saya ya tetap harus dihukum sesuai aturan," tegas Yoppy.
 
Disinggung mengenai investigasi yang mungkin dilakukan PB Djarum, Yoppy menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan kewenangan pihaknya dan akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak yang berwenang dalam hal ini PBSI dan BWF.
 
"Ya enggak lah, kan itu bukan kewenangan kita. Tapi, kami pada dasarnya akan mengikuti proses peraturan yang berlaku dari yang berwenang," kata Yoppy.
 
Ia juga menambahkan bahwa PB Djarum akan mengikuti setiap keputusan yang diambil baik oleh PBSI maupun BWF.
 
Hingga berita ini diturunkan, PBSI maupun BWF belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengaturan skor tersebut.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H