Akurat

Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Datang sebagai Juara Bertahan, An Se Young Mengaku Gugup

Leo Farhan | 20 Agustus 2025, 17:17 WIB
Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Datang sebagai Juara Bertahan, An Se Young Mengaku Gugup
 
 
AKURAT.CO, Bintang bulutangkis Korea Selatan, An Se Young, akan kembali menjadi sorotan utama saat tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2025 yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis, 25-31 Agustus pekan depan.
 
Sang juara bertahan yang juga peraih emas Olimpiade Paris 2024 dan kini menempati peringkat satu dunia itu datang dengan tekad besar walau memikul beban berat di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.
 
Meski statusnya mentereng, An Se Young justru menganggap lawan terberat bukanlah para rivalnya di atas lapangan, melainkan dirinya sendiri.
 
 
Pada putaran pertama, atlet tunggal putri yang dijuluki Anak Ajaib itu akan melawan pebulutangkis tunggal putri asal Belgia peringkat 101 dunia, Clara Lassaux.
 
"Semua lawan adalah ancaman, tapi ancaman terbesar sebenarnya diri saya sendiri," kata An Se Young dikutip laman resmi BWF.
 
Komentar itu memperlihatkan sisi lain dari pemain berusia 23 tahun tersebut. Selama ini, ketenangannya di lapangan kerap menampilkan kesan percaya diri tanpa celah.
 
Namun, An Se Young mengakui bahwa rasa gugup dan tekanan adalah bagian dari keseharian sebagai atlet papan atas.
 
"Saya merasa gugup dan tertekan, tapi berusaha tidak menunjukkannya. Justru belajar menikmati emosi itu adalah bagian dari proses," ucapnya.
 
 
Persiapan An menuju Paris sempat dibayangi cedera lutut yang memaksanya mundur di semifinal China Terbuka bulan lalu. Beruntung, kondisi fisiknya kini sudah berangsur pulih.
 
"Lutut saya sudah jauh membaik, hampir 100 persen pulih. Latihan intens tetap bisa saya jalani bersama tim nasional," katanya optimistis.
 
Hasil undian menempatkan An Se Young di bagian undian yang tidak mudah. Ia berpotensi berhadapan dengan sejumlah rival familiar, termasuk tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung, Michelle Li, hingga kompatriotnya Sim Yu Jin.
 
"Di Kejuaraan Dunia tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh. Saya hanya perlu menghadapi mereka satu per satu," ucap atlet tunggal putri berusia 23 tahun tersebut.
 
An Se Young sendiri memiliki kenangan manis di Paris. Di kota inilah ia meraih emas Olimpiade pertamanya tahun lalu dan mengangkat trofi Prancis Terbuka. Namun, ia tidak ingin larut dalam nostalgia.
 
"Kesuksesan di masa lalu tidak menjamin kesuksesan tahun ini. Saya hanya ingin menunjukkan persiapan terbaik, dan hasilnya akan mengikuti," ujarnya.
 
Sepanjang musim ini, An sudah mengoleksi enam gelar, termasuk tiga turnamen level Super 1000. Konsistensinya tak lepas dari keseimbangan antara ambisi dan fokus.
 
Mentalitas itu terlihat jelas saat tampil di Indonesia Terbuka 2025 lalu. Tertinggal satu gim dan defisit 9-17 di gim kedua melawan Wang Zhi Yi, ia tetap mampu bangkit dan berbalik menjadi juara. 
 
Kini, An Se Young datang ke Paris dengan keyakinan bahwa perjuangan sesungguhnya bukan hanya melawan lawan di lapangan, melainkan juga melawan tekanan dari dalam diri sendiri.
 
Jika sukses kembali, gelar juara dunia kedua beruntun ini akan semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet tunggal putri terbaik sepanjang masa.
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H