Evaluasi 6 Bulan, Antonius Budi Masih Bongkar Pasang Skuad Ganda Putra Pelatnas PBSI
Leo Farhan | 6 Agustus 2025, 19:51 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor Ganda Putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengungkap sejumlah pertimbangan di balik keputusannya merombak beberapa pasangan di sektor ganda putra.
Termasuk keputusan untuk memisahkan pasangan utama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan membentuk duet baru seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Rian Ardianto/Yeremia Rambitan.
Menurut Antonius, keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap performa dan dinamika internal skuad ganda putra Pelatnas PBSI selama semester pertama 2025.
Baca Juga: Setelah Juarai China Terbuka 2025, Konsistensi Fajar/Fikri Bakal Diuji di 2 Turnamen Lanjutan
PBSI sendiri akan memantau performa pasangan anyar ini dalam dua turnamen ke depan pasca Kejuaraan Dunia 2025. Penilaian akan mencakup aspek permainan, konsistensi, komunikasi di lapangan, hingga komitmen dalam latihan.
Duet Rian/Yeremia dinilai punya potensi besar. Antonius melihat Yeremia sebagai pemain yang sudah pernah tampil di level elite dan punya kemampuan setara dengan Pramudya Kusumawardana yang sempat menjadi tandemnya.
"Saya bicarakan dengan Rian, dan dia bisa menerima. Dia juga akan coba dengan pasangan barunya," kata Antonius di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (6/8).
"Yere itu pemain yang sudah pernah main di level Super 750 sampai 1000 waktu sama Pram. Mental dan pengalamannya sebenarnya enggak jauh beda. Tinggal bagaimana nanti chemistry-nya terbentuk."
Sementara itu, pemain muda Rahmat Hidayat juga masuk dalam radar evaluasi. Antonius menyebut Rahmat bisa saja dikombinasikan kembali dengan Rian meskipun saat ini belum ada keputusan final.
"Rahmat sementara masih kita pantau. Bisa juga nanti saya coba lagi dengan Rian. Kombinasi masih mungkin," ujarnya.
Rahmat sebelumnya sempat berpasangan dengan Yeremia, namun dinilai belum konsisten saat tampil di level atas. Menurut Antonius, kendala utama terletak pada komunikasi dan pola permainan yang belum stabil.
Perombakan ini disebut bukan hanya dipicu oleh cedera yang menimpa Daniel Marthin, tetapi juga oleh hasil evaluasi sejak awal tahun.
Antonius menilai hasil Fajar/Rian dari Januari sampai Juni belum memuaskan karena belum pernah menjuarai turnamen meskipun beberapa kali mencapai babak final.
"Saya sudah pikirkan ini sejak awal. Waktu itu semua pemain dalam kondisi sehat. Tapi hasilnya sampai Juni belum ada gelar. Kita perlu cari jalan baru," katanya.
Walau begitu, keputusan ini masih bisa berubah, termasuk formasi Fajar/Fikri yang saat ini dinilai menjanjikan usai menjuarai China Terbuka 2025.
Namun, Antonius menegaskan bahwa peluang kombinasi lain seperti Rian/Rahmat atau bahkan kemungkinan duet ulang Daniel/Leo tetap terbuka, tergantung pada kondisi pemulihan Daniel.
"Leo/Bagas juga bisa kita evaluasi. Kalau Daniel sudah sembuh dan bisa main lagi, dia bisa saja disandingkan dengan Leo. Semua masih mungkin," tutur Antonius.
PBSI memberi waktu hingga akhir tahun 2025 untuk melakukan eksplorasi kombinasi terbaik. Targetnya, pada 2026 sektor ganda putra sudah memiliki pasangan-pasangan yang mapan dan siap bersaing di level tertinggi.
"Akhir tahun ini jadi waktu kita untuk uji semua kombinasi. Tahun depan harus sudah ketemu formasi tetap. Kalau enggak, kita bisa terlambat," tegasnya.
Sementara untuk kejuaraan dunia mendatang, Fajar akan berpasangan kembali dengan Rian. Meski kombinasi ini sementara, Antonius tetap memasang target tinggi.
"Target tetap harus juara. Siapa pun pasangannya, secara profesional harus bisa kasih yang terbaik. Latihan tetap dilakukan maksimal," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









