Jadi Satu-satunya Senior di Pelatnas PBSI, Anthony Ginting Tertular Semangat Pemain Muda
Endarti | 1 Agustus 2025, 16:47 WIB

AKURAT.CO, Setelah Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo memutuskan keluar dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI, otomatis Anthony Sinisuka Ginting menjadi satu-satunya pemain senior di sektor tunggal putra.
Sebagai pemain senior di Pelatnas PBSI, Anthony Ginting mengaku tidak merasa terbebani. Ia justru malah termotivasi dengan semangat para juniornya seperti Yohanes Saut Marcellyno, Alwi Farhan ataupun Moh Zaki Ubaidillah.
Anthony Ginting bahkan merasa tertular semangat kompetitif dari mereka selama menjalani proses rehabilitasi pemulihan cedera bahu kanan.
Baca Juga: Target Masuk 20 Besar Dunia, Anthony Ginting Fokus Bangun Ulang Mental dan Feel Bertanding
"Jujur saja kemarin pas rehab itu berat banget. Tapi ngeliat mereka latihan setiap hari, semangatnya tinggi, itu yang bikin saya ikut kebawa dan ingin balik lagi," kata Ginting di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (31/7).
Motivasi tersebut jelas dibutuhkan Ginting untuk bisa kembali bersaing di jajaran elite dunia. Apalagi pebulutangkis tunggal putra berusia 28 tahun itu menargetkan bisa menembus peringkat 20 dunia hingga akhir tahun ini.
"Targetnya sih pengen-nya masuk lagi ke 20 besar, at least. Tapi belum hitung-hitung lagi detailnya. Ranking turun itu juga sudah jadi konsekuensi," jelasnya.
Dengan motivasi dari para pemain muda dan target menembus peringkat 20 besar, Ginting menyoroti pentingnya pemulihan mental dan stabilitas emosional. Ia juga merasa terbantu dengan keberadaan psikolog yang mendampinginya selama proses ini.
"Ya, semua kemampuan yang saya punya selama ini kan bukan hilang begitu saja. Ada, masih ada. Tinggal gimana membalikkannya lagi, recall lagi dan itu butuh waktu," kata Ginting.
"Sekarang prosesnya dijalani saja, hari per hari. Harus punya pikiran positif dan kuat."
Selain perubahan di Pelatnas, Ginting juga menuturkan bahwa kehidupan pasca menikah membuatnya semakin lebih disiplin dalam mengatur waktu dan rutinitas harian. Hal ini turut memberi dampak positif terhadap kebugaran dan konsistensi latihan yang dijalani.
"Sekarang tinggal di luar Pelatnas, jadi harus hitung sendiri waktu istirahat, bangun lebih pagi, semuanya harus on time. Itu yang bikin lebih disiplin sekarang," jelasnya.
Dengan semangat baru, disiplin tinggi, serta target realistis di depan mata, Ginting siap menapaki paruh kedua musim 2025 dengan optimisme. Bukan sekadar soal peringkat, tetapi pembuktian bahwa Anthony Sinisuka Ginting belum habis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









