Akurat

China Terbuka: Putri Kusuma Wardani Kalah Terkendala Angin, Rehan/Gloria Masih Adaptasi

Leo Farhan | 22 Juli 2025, 13:15 WIB
China Terbuka: Putri Kusuma Wardani Kalah Terkendala Angin, Rehan/Gloria Masih Adaptasi
 
AKURAT.CO, Langkah Putri Kusuma Wardani harus terhenti di babak pertama China Terbuka 2025 usai takluk dari wakil Korea Selatan, Sim Yu Jin.
 
Putri Kusuma Wardani kalah lewat laga pembuka China Terbuka yang ketat dengan tiga gim (14-21, 21-14, dan 19-21) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Selasa (22/7).
 
Putri Kusuma Wardani mengakui faktor angin di lapangan menjadi tantangan tersendiri yang memengaruhi kontrol permainannya. Terutama di poin-poin krusial gim ketiga di laga China Terbuka kali ini.
 
 
"Di lapangan seperti yang saya bilang kemarin, hembusan angin sangat terasa. Menang kalah anginnya ada, tidak seperti di Jepang yang normal," ujar Putri usai laga melalui keterangan yang diterima Akurat.co.
 
Meski mampu bangkit dan merebut gim kedua, Putri gagal menjaga fokus dan konsistensi di akhir laga. Ia mengakui kesulitan membaca pola lawan yang disiplin membatasi permainan bola atas.
 
"Sim Yu Jin sangat membatasi bola atas saya dan spekulasinya cukup menyulitkan dari awal sampai terakhir. Di poin-poin akhir gim ketiga pengembalian saya banyak membuat enak dia, saya kurang membaca pergerakan," kata Putri melanjutkan.
 
Selain itu, Putri menyebut bahwa evaluasi dari dua turnamen terakhir menurutnya masih sama, yaitu harus bisa menjaga fokus dan konsistensi permainan.
 
 
Sementara itu di sektor ganda campuran, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melangkah mulus ke babak 16 besar setelah menaklukkan duet India, Ashith Surya/Amrutha Pramuthesh, dua gim langsung (21-12 dan 21-17).
 
Rehan bersyukur bisa meraih kemenangan tanpa kendala cedera. Namun ia menyoroti perbedaan kondisi angin antara gim pertama dan kedua yang cukup menyulitkan.
 
"Di pertandingan hari ini antara gim pertama dan kedua berbeda kondisi anginnya. Di gim pertama saya cukup nyaman bermain drive, tapi di gim kedua dengan pola yang sama malah banyak keluar. Jadi dari sana harus lebih belajar mengontrol tenaga," kata Rehan.
 
Sedangkan bagi Gloria, dia menambahkan bahwa dirinya masih butuh adaptasi terhadap shuttlecock yang digunakan dalam turnamen level Super 1000 ini.
 
"Saya masih harus beradaptasi dengan shuttlecock. Ada touch yang belum pas hari ini," ujarnya.
 
Mampu melewati laga perdana di Super 1000 dengan hasil positif, Rehan/Gloria bertekad tampil maksimal dan tak ragu untuk bisa menghadirkan kejutan pada salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi ini.
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H