Akurat

Mengenang Tan Joe Hok, Pembuka Jalan Indonesia di Podium Tertinggi All England dan Piala Thomas

Leo Farhan | 2 Juni 2025, 16:47 WIB
Mengenang Tan Joe Hok, Pembuka Jalan Indonesia di Podium Tertinggi All England dan Piala Thomas
 
AKURAT.CO, Dunia bulutangkis Indonesia berduka. Salah satu legenda olahraga tepok bulu nasional, Tan Joe Hok, tutup usia di umur 88 tahun.
 
Pria yang lahir pada 11 Agustus 1937 di Bandung, Jawa Barat, itu merupakan sosok ikonik dalam sejarah perkembangan bulutangkis Indonesia.
 
Ia dikenal luas sebagai pebulutangkis putra pertama dari Indonesia yang berhasil merebut gelar juara All England pada 1959. Prestasi itu merupakan sebuah pencapaian monumental yang membuka jalan bagi generasi emas bulutangkis Indonesia.
 
Juara di All England melengkapi gelar Piala Thomas yang didapatkannya di tahun sebelumnya. Gelar ini semakin berkesan lantaran ini adalah pertama kalinya Indonesia menjuarai turnamen bergengsi tersebut.
 
 
Peran Tan Joe Hok sebagai tulang punggung tim nasional sangat vital, baik sebagai pemain tunggal maupun sebagai pemimpin di lapangan. Ia juga turut membawa Indonesia mempertahankan gelar Piala Thomas pada 1961 dan 1964.
 
 
Dia juga pernah mendapatkan dua medali emas Asian Games Jakarta 1962 dari sektor tunggal putra dan dan tim beregu putra. Di sektor tunggal putra, Tan Joe Hok keluar sebagai yang terbaik usai menaklukkan wakil Malaysia, Teh Kew San, straight set dengan skor 15-9 dan 15-3.
 
Selain prestasi di lapangan, Tan Joe Hok juga dikenal sebagai tokoh penting dalam pembinaan bulutangkis nasional. Setelah pensiun, ia aktif dalam pengembangan bulutangkis melalui berbagai organisasi dan kegiatan pelatihan.
 
Dia juga pernah mencicipi peran sebagai pelatih bulutangkis di Meksiko (1969-1970), pelatih di Hongkong (1971), dan juga sebagai pelatih di klub nasional, PB Djarum.
 

Leo Rolly Carnando Kenang Motivasi dari Tan Joe Hok nan Legendaris

Salah satu pemain yang pernah mendapatkan petuah bijak dari sang maestro adalah pebulutangkis sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando, yang merupakan salah satu jebolan klub PB Djarum.
 
 
"Saya cukup berduka, enggak tahu (kabar meninggalnya Tan Joe Hok). Pas saya dengar berita itu, cukup sedih kehilangan sosok legenda," kata Leo saat ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (2/6).
 
 
"Waktu beliau (masih) bermain, saya juga tidak bisa melihat, beliau main badminton dulu, karena sudah lama banget. Cuma kalau beliau kadang ngomongin ke saya, dia kasih motivasi."
 
Kontribusi Tan Joe Hok terhadap Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan pelatihan pemain muda sangat besar. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pilar utama di balik kejayaan bulutangkis Indonesia hingga saat ini.
 
Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Jakarta yang rencananya akan dimakamkan secara sederhana dalam upacara keluarga yang tertutup.
 
Keluarga besar Tan Joe Hok memohon doa dan penghormatan terakhir dari masyarakat yang mengenang jasa dan dedikasi almarhum.
 
Kepergian Tan Joe Hok meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Namun, semangat juang dan dedikasinya terhadap bulutangkis akan terus hidup dalam ingatan dan inspirasi generasi penerus.
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H