Target Herry IP Antarkan Malaysia Raih Emas Olimpiade Pertama
Leo Farhan | 15 Januari 2025, 14:10 WIB

AKURAT.CO Herry Iman Pierngadi mulai bertugas menangani sektor ganda putra Malaysia pada 1 Februari 2025 setelah resmi ditunjuk Federasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sebagai kepala pelatih sektor tersebut, Sabtu (11/1/2025) akhir pekan kemarin.
Resmi menukangi sektor ganda putra Malaysia, pelatih berusia 62 tahun itu bertekad untuk melahirkan juara Olimpiade pertama bagi Malaysia saat tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
"Memenangkan emas Olimpiade pertama bagi Malaysia adalah tujuan utama saya," kata Herry dikutip NST, Rabu (15/1/2025).
"Emas Olimpiade adalah impian setiap negara, dan saya akan menggunakan setiap pengetahuan dan keahlian yang saya miliki untuk membantu Malaysia meraihnya di Olimpiade Los Angeles 2028."
Pelatih berjuluk Naga Api itu disebut sebagai sosok yang paling tepat menangani sektor ganda putra Malaysia dengan segudang pengalaman yang dimilikinya.
Selama melatih timnas bulu tangkis Indonesia sejak 1999 sampai 2024, Herry IP sudah mengantarkan Indonesia meraih dua medali emas Olimpiade lewat Candra Wijaya/Tony Gunawan (Sydney 2000) dan Hendra Setiawan/Markis Kido (Beijing 2008).
Hendra/Kido juga mampu merebut gelar juara dunia 2005, sedangkan ketika bersama Mohammad Ahsan, Hendra meraih tiga gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019.
Herry juga merupakan sosok pelatih yang mengantarkan mantan ganda putra peringkat satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mampu mendominasi tur BWF dengan delapan gelar semusim.
Pelatih berusia 64 tahun itu diikat kontrak BAM dengan durasi empat tahun.
"Malaysia punya banyak pasangan berkualitas, dan ini memotivasi saya untuk menerima tawaran tersebut. Rexy pertama kali menghubungi saya sebelum Natal tahun lalu," jelas Herry.
"Meskipun saya orang Indonesia dan telah lama mengabdi pada negara, saya adalah seorang profesional dan akan memberikan segalanya untuk menjadikan Malaysia negara teratas di ganda putra."
"Saya berterima kasih kepada PBSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya, tetapi sekarang saatnya untuk melangkah maju. Waktu tawaran BAM sangat tepat, dan saya tidak ragu untuk menerimanya," terangnya.
Herry mengatakan ganda putra peringkat enam dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik kemungkinan akan memimpin Malaysia untuk mewujudkan target tersebut. Namun, dia juga menekankan bahwa mereka bukan satu-satunya fokus Herry.
Ia melihat potensi besar pada pasangan peringkat 14 dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, yang tampil mengesankan dengan melaju hingga semifinal di Malaysia Terbuka, serta pasangan muda lainnya.
"Saya tahu kualitas Aaron/Wooi Yik, tapi saya yakin Wei Chong-Kai Wun juga punya potensi bagus. Ada sekitar delapan pasangan di tim nasional, dan kami punya waktu empat tahun sebelum Olimpiade," nilai Herry.
"Saya tidak akan membatasi diri pada satu pasang teratas saja. Sebaliknya, saya akan mengamati dan membimbing semua pasang untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan.
"Saya perlu bertemu dengan BAM dan Rexy untuk membahas target dan strategi spesifik bagi para pemain," tuntasnya.
Selain Aaron/Wooi Yik dan Wei Chong/Kai Wun, Herry akan memiliki pasangan menjanjikan lainnya untuk dibina. Herry mengatakan, kuatnya talenta ganda putra Malaysia menjadi salah satu faktor penentu dia memilih BAM dibanding tawaran dari Thailand.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









