Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior: 3 Wakil Tunggal Putri Tumbang, Kavitha Harapan Terakhir

AKURAT.CO, Sama seperti sektor ganda campuran, Indonesia hanya memiliki satu wakil di babak 16 besar sektor tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2024.
Kavitha Nadjwa Aulia menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tersisa di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior tahun ini.
Kavitha Nadjwa Aulia sukses mempertahankan diri di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior usai mengatasi perlawanan wakil Slovenia, Anja Blazina, dengan skor 21-15 dan 21-17 pada laga di Nanchang International Sports Center Gymnasium, Nanchang, China, Rabu (9/10).
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior: Rontok di 32 Besar, Ganda Campuran Indonesia Sisa 1 Pasangan
Walau mampu meraih kemenangan straight set, ternyata Kavitha sedang tidak dalam kondisi terbaiknya. Ada sedikit rasa sakit di kakinya meski dia berhasil menjaga fokusnya untuk lolos ke babak selanjutnya.
"Bersyukur bisa memenangi pertandingan hari ini walau dengan kondisi yang tidak fit," kata Kavitha usai laga melalui keterangan resminya.
"Saya merasakan ada sakit di kaki saya tapi tadi mencoba tidak memikirkan itu dan berjuang saja, all out."
Di babak selanjutnya Kavitha akan menantang wakil tuan rumah, Yuan An Qi, yang berhasil menghentikan unggulan sembilan asal Thailand, Yataweemin Ketklieng, lewat laga ketat dengan skor 21-13, 23-25, dan 21-10.
Untuk laga besok, Kavitha hanya akan mencoba fokus dengan mengurangi kesalahan sendiri. Ini menjadi salah satu evaluasinya demi bisa mengamankan tiket perempatfinal.
"Saya harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri. Harus lebih fokus karena lawan besok sangat ulet," jelasnya.
"Untuk kondisi kaki saya, setelah ini akan diperiksa dan di-fisioterapi, semoga besok sudah membaik."
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior: Tiga Wakil Tunggal Putri Indonesia ke 32 Besar
Kavitha menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri menyusul kekalahan yang diderita Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Sausan Dwi Ramadhani.
Kekalahan straight set 10-21, 19-21 Mutiara dari wakil Jepang, Niina Matsuta, ini sekaligus memupus impiannya meraih gelar juara dunia junior. Pasalnya, ini adalah kesempatan terakhirnya tampil sebagai pemain junior.
"Pastinya kecewa dengan hasil ini. Memang dari pertama bermain sudah cukup tertekan dari apa yang lawan tunjukkan," kata Mutiara mengomentari laga yang baru dia lewati.
"Di gim kedua ketika jarak poinnya jauh, saya malah tidak banyak berpikir mau main seperti apa dan itu membuat saya banyak mendapat poin. Di awal jujur saya banyak berpikir mau main seperti apa, dan malah menjadi bumerang."
Mutiara mengakui dirinya bahkan tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya di babak 32 besar ini justru di kala semua harapan berada di pundaknya.
"Ini Kejuaraan Dunia Junior terakhir saya, pastinya mau hasil terbaik. Tapi, saya memang tidak bisa keluar dari bebannya, saya tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," katanya.
Selain Mutiara, wakil Indonesia lainnya yang harus teraingkir adalah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Sausan Dwi Ramadhani
Dhinda dihentikan unggulan tiga milik tuan rumah, Xu Wen Jing, dengan skor 10-21 dan14-21. Sedangkan Sausan takluk dari tunggal putri Chinese Taipei, Wang Pei Yu, dengan skor 18-21 dan 17-21.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









