Akurat

Hong Kong Terbuka: Tunggal Putri Sisakan Putri KW, Lolos Setelah Tai Tzu Ying Mundur

Hervin Saputra | 12 September 2024, 20:34 WIB
Hong Kong Terbuka: Tunggal Putri Sisakan Putri KW, Lolos Setelah Tai Tzu Ying Mundur
 
 
AKURAT.CO, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa pada sektor tunggal putri Hong Kong Terbuka 2024.
 
Putri Kusuma Wardani harus berjuang sendirian di Hong Kong Terbuka menyusul kekalahan Komang Ayu Cahya Dewi dan Gregoria Mariska Tunjung.
 
Pada laga yang berlangsung di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Kamis (12/9) itu, Putri Kusuma Wardani ke babak perempat final Hong Kong Terbuka setelah lawannya, Tai Tzu Ying, mundur.
 
 
Tai Tzu Ying yang merupakan unggulan pertama memutuskan mundur lebih awal di kedudukan 6-2.
 
"Memang sejak di Taipei Open pekan lalu, saya melihat Tai Tzu Ying belum 100 persen. Tadi juga terlihat dia agak sakit, tapi saya tidak tahu dia akan mundur," kata Putri usai laga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
 
Walau berhasil mengamankan tiket delapan besar, namun bukan kemenangan seperti ini yang diharapkan Putri.
 
Selain itu, dia juga berharap cedera yang dialami Tai tidak serius dan bisa segera pulih.
 
Adapun Tai Tzu Ying ditaklukkan wakil Thailand Pornpawee Chochuwong dengan laga straight set (13-21 dan 9-21).
 
 
Pebulutangkis tunggal putri kelahiran Bali itu tidak puas dengan penampilannya hari ini. Ia menagku banyak pukulannya yang tidak akurat.
 
"Saya tidak berhasil menguasai lapangan, sementara Pornpawee begitu dominan dan lebih bisa mengontrol jalannya pertandingan," kata Komang menjelaskan.
 
Hasil tak jauh berbeda juga harus dialami peraih perunggu Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung, yang gagal mempertahankan tren positif saat bertemu Ratchanok Intanon.
 
Pada dua pertemuan terakhir, atlet tunggal putri yang karib disapa Jorji itu selalu berhasil mengatasi perlawanan wakil Thailand tersebut.
 
Namun, kali ini Gregoria harus menyerah usai melakoni laga sengit dengan skor 12-21, 21-15, dan 10-21.
 
Gregoria menyebut penyesuaiannya pada set penentu tidak bisa berjalan maksimal. Selain itu, kondisi yang belum 100 persen fit juga menjadi kendala.
 
"Ratchanok hari ini bisa lebih menguasai kondisi lapangan terutama di gim ketiga, sementara saya tidak bisa melakukannya," kata Jorji.
 
Pun begitu, ada hal positif yang bisa didapatkan Gregoria pada pertandingan melawan Ratchanok hari ini.
 
Untuk pertamakalinya setelah satu tahun lebih, Gregoria akhirnya bisa bermain tanpa pembalut (tapping) di lutut.
 
Progress ini diharapkan bisa memberikan Gregoria suntikan motivasi agar bisa mendapatkan hasil terbaik di ajang Super 1000 China Terbuka pekan depan.
 
"Masih ada beberapa hari untuk persiapan jadi saya mau mencoba meningkatkan kondisi fisik saya," katanya.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H