AKURAT.CO, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi wakil Indonesia kelima yang berhasil mengamankan tempat di babak kedua Jepang Terbuka 2024.
Tiket babak 16 besar Jepang Terbuka diamankan Rehan/Lisa usai menyingkirkan perlawanan wakil India, Sathish Kumar Karunakaran/Aadya Variath.
Rehan/Lisa menang dengan skor 21-10 dan 21-18 atas Sathis/Aadya di laga pertama Jepang Terbuka di Yokohama Arena, Yokohama, Selasa (20/8).
Walau mampu meraih kemenangan straight set, Rehan/Lisa menyebut masih belum bisa tampil maksimal. Mereka masih harus menyesuaikan diri dengan shutllecock dan kondisi lapangan.
"Pertandingan tadi saya manfaatkan sebagai pelajaran menghadapi pertandingan berikutnya," ucap Rehan usai laga, Selasa (20/8), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
"Kami harus tahu bagaimana karakter shuttlecock dan kondisi lapangan sehingga permainannya bisa keluar semua."
Rehan/Lisa sebenarnya sudah mampu menerapkan pola permainan dengan tepat pada set pertama lantaran menang angin. Hal itu terlihat dari marjin poin yang tercipta cukup jauh dari kedua pasangan.
Namun, kondisi pada set kedua membuat mereka harus kembali menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan lantaran giliran mereka yang kalah arah angin.
Walau perolehan poin sempat ketat, namun, Rehan/Lisa mampu keluar dari tekanan ganda India tersebut.
Merela merubah pola permainan dengan tidak meladeni permainan panjang yang diterapkan Sathish/Aadya.
"Akhirnya kami mengubah pola. Yaitu lebih banyak bermain placing dan ketika ada peluang, lawan kami serang. Pola ini ternyata berhasil," jelas Lisa.
Sayang, hasil positif yang didapatkan Rehan/Lisa tidak mampu diikuti oleh wakil Indonesia lainnya, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, yang harus menyerah di tangan wakil Thailand, Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat.
Duet ganda campuran non Pelatnas PBSI itu harus menyerah usai melewati pertarungan sengit tiga set (17-21, 21-15, dan 17-21) dalam durasi 69 menit.
Dari segi permainan sebenarnya kedua pasangan cukup berimbang. Namun, Dejan/Gloria kurang berani dan nekad di poin-poin terakhir.
"Dari pola permainan sebenarnya bisa dibilang imbang. Dari gim awal sampai gim terakhir, kami kalah dengan skor yang ketat. Cuma di poin-poin terakhir kami kurang berani dan nekat saja," kata Dejan.