Akurat

Olimpiade Paris: Herli Djaenudin Sebut Target Gregoria Medali, tak Peduli Apapun Warnanya!

Leo Farhan | 4 Agustus 2024, 21:05 WIB
Olimpiade Paris: Herli Djaenudin Sebut Target Gregoria Medali, tak Peduli Apapun Warnanya!

AKURAT.CO, Gregoria Mariska Tunjung dipastikan membawa pulang medali perunggu Olimpiade Paris 2024 setelah Carolina Marin memutuskan mundur dari laga semifinal melawan He Bingjiao.

Mengomentari medali yang didapatkan oleh anak asuhnya, Pelatih Kepala Tunggal Putri PBSI, Herli Djaenudin, mengatakan target awalnya memang mendapatkan medali Olimpiade Paris, tak peduli apapun warnanya.

"Target kami memang medali. Kami tidak berpikir apa, yang penting medali dulu deh. Karena kalau lihat dari ranking, di atas dia (Gregoria) masih banyak. Ini juga jadi ajang pembuktian Gregoria," kata Herli Djaenudin di Paris, Prancis, Minggu (4/8).

Baca Juga: Olimpiade Paris: Raih Perunggu tanpa Bertarung Lawan Marin, Gregoria Bersyukur tapi tidak 'Happy'

Dalam laga yang berlangsung di Porte De La Chapelle, Paris, Minggu (4/8), Carolina Marin mengalami cedera di set kedua saat memimpin 10-8. Dia juga mampu meraih kemenangan 21-14 pada set pertama.

Medali perunggu yang didapatkan Jorji-sapaan Gregoria- sekaligus menuntaskan dahaga medali sektor tunggal putri Indonesia di ajang Olimpiade.

Ini merupakan medali pertama tunggal putri Indonesia setelah terakhir kali Maria Kristin mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Carolina Marin Cedera, Gregoria Mariska Dipastikan Rebut Perunggu

Selain itu, ini juga menjadi catatan manis untuk tunggal putri Indonesia yang tak pernah luput membawa pulang medali setelah lolos ke semifinal.

"Tentunya puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas kehendaknya, atas ridhonya juga. Setelah sekian lama kita tidak dapat medali di tunggal putri, sekarang alhamdulillah Jorji bisa dapat medali perunggu," terang Herli.

Menurut Herli, keberhasilan yang diraih Jorji sampai babak empat besar Olimpiade Paris 2024 juga tidak terlepas dari peran banyak pihak. Termasuk Tim Ad Hoc yang memang sengaja dibentuk untuk menghadapi Olimpiade.

"Ini juga berkat tim yang bagus, bukan karena saya sendiri, kalau saya lihat PBSI timnya sudah bagus, ada Tim Ad Hoc yang diisi oleh orang-orang yang kompeten di dalamnya," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H