Ranking BWF: Viktor Axelsen Lengser dari Puncak untuk Kali Pertama dalam 2,5 Tahun

AKURAT.CO, Untuk kali pertama sejak 1 Desember 2021, pebulutangkis tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, lengser dari posisi ranking satu dunia. Adalah jagoan China, Shi Yu Qi, yang merebut takhta dari Axelsen.
Naiknya Shi Yu Qi tak terlepas dari sukses pebulutangkis berusia 28 tahun tersebut meraih empat gelar dari lima final yang diikutinya sepanjang 2024. Gelar terakhirnya adalah juara di Indonesia Terbuka di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sementara Viktor Axelsen hanya meraih satu gelar dari enam turnamen di tahun berjalan. Juara Olimpiade Tokyo 2020 itu juga absen di Indonesia Terbuka karena cedera.
Baca Juga: Malaysia Masters: Sudah Cicipi Semua Gelar, Viktor Axelsen tak Terbebani Nihil Juara Tahun Ini
Viktor Axelsen kali pertama menduduki posisi puncak ranking BWF pada September 2017. Setahun kemudian ia lepas dari posisi tersebut karena kehadiran pebulutangkis asal Jepang, Kento Momota.
Situasi di ranking BWF pekan ini juga memberikan proyeksi untuk Olimpiade Paris 2024 di mana Viktor Axelsen akan datang dengan status juara bertahan. Tak pelak, Shi Yu Qi kini adalah penantang utama untuk gelar di Paris.
Adapun capaian Shi Yu Qi tahun ini merupakan kebangkitan sejak ia dikenai sanksi pada 2021. Ia sempat dilarang oleh Federasi Bulutangkis China berkompetisi di ajang apapun karena dianggap “pura-pura” cedera melawan Kento Momota di semifinal Piala Thomas 2020.
Baca Juga: Kento Momota Pensiun, Viktor Axelsen Mengaku Kehilangan Rival yang Sering Mengalahkannya
Sementara itu, pebulutangkis Indonesia, Jonatan Christie, menempati peringkat ketiga ranking BWF. Sedangkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, masih menempati peringkat kesembilan.
Jonatan dan Ginting juga merupakan kontestan untuk medali emas nomor tunggal putra cabang bulutangkis Olimpiade Paris. Hanya saja, dua jagoan Merah Putih ini dalam tren negatif pasca all Indonesian final di All England, Maret silam.
Cabang bulutangkis Olimpiade Paris akan digelar di Porte De La Chapelle Arena, Paris, Prancis, 27 Juli–5 Agustus mendatang. Indonesia mengirimkan enam wakil yang terdiri dari sembilan atlet yang tersebar di lima sektor.
Khusus untuk nomor tunggal putra, Jonatan dan Ginting ditugaskan untuk menghapus dahaga selama 20 tahun. Indonesia terakhir kali meraih emas olimpiade nomor tunggal putra bulutangkis melalui Taufik Hidayat di Athena 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









