Akurat

Indonesia Terbuka: Tumbang, Fajar/Rian Tempuh Jalan Berliku Jelang Debut di Olimpiade Paris

Leo Farhan | 6 Juni 2024, 09:05 WIB
Indonesia Terbuka: Tumbang, Fajar/Rian Tempuh Jalan Berliku Jelang Debut di Olimpiade Paris
 

AKURAT.CO, Antiklimaks. Mungkin itu adalah majas yang cocok untuk melihat performa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jelang penampilan debut di Olimpiade Paris 2024.

Setelah menjadi runner-up di Singapura Terbuka 2024 pada pekan lalu, grafik performa Fajar/Rian langsung merosot. Mereka harus kalah di babak pertama Indonesia Terbuka 2024.

Duet ganda putra bulutangkis terbaik Indonesia itu takluk dari sang junior, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dalam laga straight set dengan skor 14-21 dan 17-21 berdurasi 37 menit di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (6/6).
 
Baca Juga: Singapura Terbuka: Fajar/Rian Kandas di Tangan Duet China, Indonesia Tanpa Gelar

Bukan cuma itu, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk pertemuan Fajar/Rian atas Leo/Daniel menjadi 5-1 untuk keunggulan sang junior.

"Memang masih belum sesuai harapan kami di laga hari ini, karena lawan memang bermain baik. Mereka mampu mengantisipasi peermainan kami," kata Fajar selepas laga.

"Pastinya di hari ini Leo/Daniel main bagus, di permainan depan di bola satu-duanya, mereka sudah sangat siap."

"Mereka sangat percaya diri melawan kami. Kami belum menemukan kuncinya (mengalahkan mereka). Tapi harus diakui, mereka sangat baik hari ini," kata Rian menambahkan.

Kekalahan ini jelas menambah pekerjaan rumah bagi Fajar/Rian jelang penampilan debut mereka di Olimpiade 2024 Paris pada Juli mendatang.
 
Baca Juga: Singapura Terbuka: Bagas/Fikri Kalahkan The Daddies, Berpeluang Balaskan Dendam Leo/Daniel

Turnamen Super 1000 ini bisa dikatakan sebagai test event terakhir para pemain elite yang bakal tampil di Olimpiade.

Karena setelah ini kebanyakan dari mereka akan fokus mempersiapkan diri jelang pesta olahraga multievent empat tahun terbesar di dunia, Olimpiade.

"Memang hasil di sini sangat di luar harapan, dan setelah ini tak ada laga lain (lagi) sebelum Olimpiade," kata Fajar.

"Semua pemain pasti melakukan persiapan terbaiknya untuk Olimpiade setelah Indonesia Open. Jadi, mereka mempersiapkan sisa waktu satu bulan setengah ini untuk Olimpiade," tambah Rian.

"Pasti mereka di  sana mengeluarkan kemampuan terbaiknya dari segi power, teknik, atau pun mental. Karena ini Olimpiade, apapun bisa terjadi. Jadi kami bakal berusaha terus."
 
Pekerjaan rumah terbesar bagi Fajar/Rian saat ini adalah bagaimana meningkatkan mental mereka jelang Olimpiade nanti.
 
"Main di Olimpiade yang pasti mental dahulu, bagaimana menghadapi event besar, karena kami belum pernah main di Olimpiade," jelas Rian.

"Kami tak tahu rasanya bagaimana, atmosfernya memang ada dari Road to Olympic. Sekarang kami finishing-nya bagaimana menghadapi itu semua."
 
Sepanjang tahun ini, Fajar/Rian berhasil dua kali melangkah hingga partai final di mana salah satunya berakhir dengan merebut gelar juara saat tampil di ajang Super 1000 All England.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H