AKURAT.CO, Indonesia berhasil meraih hasil membanggakan di gelaran BWF World Tour Super 1000 All England 2024 di Birmingham, 12-17 Maret lalu.
Tim bulutangkis Merah Putih memboyong dua medali emas di All England dari sektor tunggal putra lewat Jonatan Christie dan ganda putra lewat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Bukan cuma itu, sektor tunggal putra bahkan mencatatkan sejarah di mana mampu menghadirkan all Indonesian final di All England setelah lebih dari 30 tahun.
Baca Juga: All England: Aaron Chia/Soh Wooi Yik Ditundukkan Fajar/Rian, Ini Analisa Rexy MainakyKepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyebut hasil ini adalah buah dari determinasi tinggi, kemauan untuk menang, dan semangat juang luar biasa dari atlet-atlet Indonesia.
Setelah hasil yang kurang baik di Prancis Terbuka 2024, Ricky bertindak cepat mencari solusi agar skuad bulutangkis Indonesia bisa meraih hasil maksimal di kejuaraan-kejuaraan yang diikuti.
Salah satunya adalah peraih medali emas Olimpiade Atalanta 1996 itu memberikan wejangan kepada atlet-atlet Indonesia yang tampil di All England.
"Setelah hasil kurang baik di French Open, saya bersama Pelatih Kepala (Pelatnas PBSI), Rionny Mainaky, mengumpulkan secara terpisah para atlet dan pelatih," jelas Ricky dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Kalahkan Duet Malaysia, Fajar/Rian Sumbang Gelar Kedua untuk Indonesia di All England"Saya menyampaikan dan menekankan bahwa mereka adalah pejuang, maka semangat di lapangan harus betul-betul diperlihatkan.
"Apapun hasilnya kalau kita sudah maksimal di lapangan, tidak ada yang harus disesali."
Benar saja, setelah itu wakil-wakil
Merah Putih mampu tampil menjanjikan di ajang bulutangkis tertua di dunia itu.
Dua gelar juara di tambah satu
runner-up menjadi hasil kerja keras tim bulutangkis Indonesia.
Selain All England, Indonesia juga mampu mendapatkan hasil positif di Orleans Masters 2024.
Tim
Merah Putih mampu mengirimkan tiga perwakilan di tiga sektor. Sayang, hanya sektor ganda putri yang mampu keluar sebagai juara.
Adalah Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose yang mampu merebut gelar Super 300 itu usai menundukkan wakil Jepang, Rui Hirokami/Yuna Kato, dengan skor 21-12 dan 21-18.
Untuk dua wakil lainnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi, harus puas keluar sebagai
runner-up.