Langkah PB Djarum Akselerasi Kemampuan demi Cetak Pebulutangkis Berkualitas

AKURAT.CO Sebagai upaya meningkatkan kemampuan, bakat dan teknik bermain atlet di klub mitra binaannya, PB Djarum kerap menyelenggarakan kejuaraan usia muda.
Seperti yang terbaru Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2024 dengan mempertandingkan empat kategori yaitu U-9, U-11, U-13 dan U-15.
Pada kategori U-9 dan U-11 mempertandingkan nomor tunggal, U-13 (nomor tunggal dan ganda) serta U-15 (nomor ganda).
Adapun, 363 atlet yang berlaga dalam kejuaraan ini berasal dari 19 kota dari berbagai daerah seperti Nias hingga Manado.
Ketua pelaksana kejuaraan, Sigit Budiarto, mengatakan, ajang ini bisa dijadikan peluang emas untuk akselerasi dan pemerataan kemampuan atlet-atlet rekanan PB Djarum.
Dengan semakin meningkatnya kemampuan tersebut, kelak diharapkan akan bisa melahirkan atlet-atlet berkualitas di berbagai penjuru Indonesia.
"Kejuaraan ini memberikan para atlet binaan klub mitra PB Djarum jam terbang tambahan, di luar kalender kompetisi bulutangkis yang sudah ada," kata juara dunia 1997 itu.
Baca Juga: Aryono Miranat Belum Bisa Pastikan Apakah Minions Masih Bertahan di Bulutangkis
"Kami berharap atlet-atlet muda ini dapat memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan akselerasi kemampuan mereka sehingga bisa lebih berprestasi," tambah Sigit, dikutip Minggu (25/2/2024).
Bukan cuma itu, kejuaraan ini juga dimaksudkan untuk pemerataan pengetahuan dalam membina atlet-atlet muda.
Sehingga sekalipun klub-llub tersebut berada di daerah, mereka tetap bisa menjalankan pola pembinaan yang efektif dalam mengembangkan bakat dan kemampuan sang atlet.
Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan kejuaraan ini juga merupakan upaya mereka untuk menghadirlan turnamen kompetitif bagi atlet-atlet muda.
Dengan pengalaman bertemu lawan dari berbagai daerah di Indonesia ini, diharapkan para atlet bisa meningkatkan kemampuan sehingga kelak memperkuat asa mereka untuk menjadi pahlawan bulutangkis dan mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang.
"Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi para atlet mengukur kemampuan melalui pertandingan yang kompetitif dengan harapan sepulang dari kompetisi ini mereka membawa bekal yang berharga yang dapat meningkatkan skill mereka saat berlaga di ajang yang lebih tinggi lagi," ujar Fung.
Kejuaraan ini juga menjadi dukungan nyata bagi klub-klub rekanan sebagai garda terdepan penggerak ekosistem bulutangkis di daerah untuk terus membina atlet-atlet usia dini.
"Selama ini klub-klub di daerahlah yang bersinggungan langsung dengan pembinaan atlet-atlet di usia yang masih sangat dini," kata Fung.
"Sebagai garda terdepan yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem bulutangkis nasional, mereka juga harus diperhatikan agar terus bertumbuh dan mencetak atlet-atlet berkualitas," jelasnya.
Selain penyelenggaraan kejuaraan, PB Djarum juga menghadirkan sharing session bersama pelatih ganda campuran Richard Mainaky yang membahas tentang pembinaan atlet-atlet muda kepada klub mitra.
Baca Juga: Lee Chong Wei: Saat ini, Saya Merasa seperti Menyerah dengan Bulutangkis Malaysia
Dalam acara tersebut, para pelatih klub mitra berbagi pengetahuan dan pengalaman serta tantangan dalam membina atlet usia dini.
"Di sharing session ini saya lebih banyak berbagi pengalaman saya sebagai pelatih, untuk memotivasi para pelatih dari klub-klub mitra PB Djarum ini," ungkap pelatih yang mengantarkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membawa pulang emas Olimpiade 2016.
"Saya menitikberatkan membangun motivasi, sebelum hal teknis, karena hal pertama yang perlu dimiliki seorang pelatih adalah instinct atau naluri. Dari pengalaman saya, bakat itu bisa dibentuk. Sebelum bakat, pelatih itu mesti jeli dalam melihat aura seorang atlet," ujar Richard.
Aditya Sindoro selaku pelatih Champion Klaten mengutarakan bahwa kejuaraan ini bisa menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan atlet usia muda dan juga memperkokoh pola pembinaan bagi klub-klub mitra dalam upaya melahirkan talenta-talenta berkualitas.
"Jadi tidak hanya atletnya yang dapat mengukur kemampuan mereka di lapangan. Dalam kompetisi ini jajaran pelatih juga bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman bagaimana cara membina atlet usia dini secara efektif," katanya.
"Sehingga kami berharap penyelenggaraan kejuaraan bagi klub-klub mitra PB Djarum ini dapat diselenggarakan secara rutin karena banyak hal yang kami dapat, baik dari sisi pemain maupun pelatih," ujar Aditya.
Sementara itu, untuk memompa motivasi para atlet muda agar bisa mengasah kemampuan dan bakat seoptimal mungkin, Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2024 juga menyelenggarakan meet and greet bersama Tontowi Ahmad.
Di hadapan para atlet muda, Owi, sapaan Tontowi, menguraikan pengalamannya saat berlatih dan mengasah diri hingga mampu meraih podium tertinggi di kancah bulutangkis dunia.
"Kehadiran Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2024 ini mudah-mudahan dapat membangkitkan motivasi anak-anak terhadap olahraga bulutangkis dan memiliki target dalam bertanding," katanya.
"Berangkat dari sebuah kejuaraan seperti ini, saya berharap tumbuh keinginan besar bermain bulutangkis, semangat dalam berlatih. Dengan harapan dapat meneruskan kiprah para seniornya di pelatnas untuk menembus gelar juara dunia, Olimpiade atau All England," demikian Owi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









