Jelang Malaysia Terbuka, Viktor Axelsen Isyaratkan Bakal Pertahankan Emas Olimpiade

AKURAT.CO, Meski meraih tujuh gelar sepanjang 2023, Viktor Axelsen mengatakan bahwa ia sebenarnya belum kembali ke kondisi puncak. Terutama karena sejumlah cedera yang melanda pebulutangkis asal Denmark itu.
Viktor Axelsen menyebut bahwa periode sebelum dan sesudah Olimpiade Tokyo 2020 adalah masa di mana ia bisa berlatih tanpa sebarang cedera pun. Alhasil, Axelsen meraih emas di Olimpiade Tokyo.
“Melihat ke belakang selama tiga tahun ini, satu-satunya periode di mana saya benar-benar bisa bersiap dan berlatih tanpa satu cedera kecil atau sakit adalah menjelang Olimpiade Tokyo dan setelahnya pada 2021,” kata Viktor Axelsen sebagaimana dipetik dari The Star.
Baca Juga: Gebrakan 2023: Gregoria Mariska Kalahkan Chen Yu Fei, Kunlavut Tumbangkan Viktor Axelsen
Pernyataan ini disampaikan pebulutangkis ranking satu dunia itu sebagai isyarat bahwa ia akan mempertahankan gelar di Olimpiade Paris yang digelar Juli mendatang.
“Jujur saja, saya belum mencapai puncak sejak Olimpiade Tokyo, jadi tujuan saya adalah melakukan apapun yang saya bisa untuk melakukan hal yang sama di Paris,” kata Axelsen.
Viktor Axelsen akan memulai musim 2024 dengan tampil di Malaysia Terbuka yang digelar di Kuala Lumpur pada 9-14 Januari nanti.
Pebulutangkis yang akan berusia 30 tahun pada 4 Januari mendatang itu akan menghadapi sahabatnya yang pernah menjadi juara dunia, Loh Kean Yew, di putaran pertama Malaysia Terbuka.
Baca Juga: Torehkan Rekor Lima Gelar Juara Final BWF, Viktor Axelsen Lewati Lee Chong Wei
Tahun ini juga merupakan kesempatan bagi Axelsen untuk mencetak hat-trick di Malaysia Terbuka. Pasalnya, ia adalah juara turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut di dua musim terakhir.
Adapun para penantang yang berusaha menjegal Axelsen dari ambisinya untuk kembali menjadi juara di Kuala Lumpur di antaranya adalah dua pemain asal Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Selain itu, China mengirimkan Shi Yu Qi dan Li Shi Feng untuk menantang dominasi Axelsen. Ada juga pebulutangkis ranking dua dunia asal Jepang yang disebut sebagai penerus Kento Momota, Kodai Naraoka.
Bagi Indonesia sendiri, sektor tunggal putra Malaysia Terbuka adalah arena yang tak ramah. Sebab, terakhir kali Indonesia meraih juara terjadi pada tahun 2000 melalui Taufik Hidayat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









