Akurat Logo

Pesimistis Lolos Olimpiade Paris jadi Salah Satu Alasan Pramudya Pilih Fokus Studi

Leo Farhan | 19 Desember 2023, 13:21 WIB
Pesimistis Lolos Olimpiade Paris jadi Salah Satu Alasan Pramudya Pilih Fokus Studi
 
AKURAT.CO, Pebulutangkis spesialis ganda putea Indonesia, Pramudya Kusumawardana, resmi angkat kaki dari Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, terhitung sejak Senin, 18 Desember 2023.

Pemain yang karib disapa Pram itu mantap berhenti dari dunia bulutangkis untuk melanjutkan studinya di Sydney, Australia.

Ada beberapa poin penting yang membuat Pramudya memutuskan untuk rehat dari dunia tepok bulu. Di antaranya adalah kesehatan mental dan masalah pendidikan.
 
Baca Juga: Resmi Angkat Kaki dari Cipayung, Pramudya: Kesehatan Mental Saya Sedang Tidak Bagus

Selain dua masalah krusial di atas, alasan lain pebulutangkis 23 tahun itu mundur karena merasa kurang mantap bersaing di ajang Olimpiade.

Sebenarnya perhitungan poin menuju Olimpiade 2024 Paris masih terus berjalan.

Namun, poin yang dikumpulkan pasangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Rambitan masih terlalu jauh untuk memungkinkan bisa tampil di Olimpiade.

"Poin ketiga yakni perebutan Olimpiade, banyak hal yang harus disiapkan dan tidak selesai begitu saja," kata Pramudya dalam keterangan resminya.
 
Baca Juga: Pramudya Putuskan Gantung Raket: Terima Kasih Yere Buat Semua Memori yang Diberikan

"Saya rasa, saya tidak punya kapabilitas atlet di Olimpiade berdasarkan progres dan statistik, mengingat Indonesia punya historis yang besar di ajang tersebut."

Menurut Pramudya, sebenarnya ia sudah punya niat untuk mundur dari Pelatnas sejak awal 2023.

Alasan terakhir yang mendukung keputusan Pram untuk hengkang adalah dia memiliki pemikiran, impian, dan targetnya sendiri untuk mengambil keputusan.

Hasil di beberapa turnamen terakhir seperti Jepang Masters dan China Masters tahun ini juga semakin memantapkan keputusannya untuk mundur.

"Saya punya target sendiri kapan untuk mengambil keputusan. Keputusan yang saya ambil sangat panjang," jelas Pram mengenai keputusannya.

"Saya berbicara dengan pelatih membicarakan hal ini, dan telah berusaha di beberapa turnamen, di Japan Masters dan China Masters 2023 untuk mendapat hasil maksimal.

"Setelah turnamen itu kemudian keputusan saya akhirnya bulat untuk mundur."

Pramudya tercatat menjadi bagian dari PBSI sejak 2018. Dia pernah bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Ribka Sugiarto.

Mereka pernah menjuarai India Junior International 2014 dengan mengalahkan sang kompatriot, Leo Rolly Carnando/Metya Inayah Cindiani  dengan skor 21-16 dan 21-12.

Di ganda putra, Pramudya pernah berpasangan dengan Rehan Naufal Kusharjanto, Ghifari Anandaffa Prihardika, dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Pemain asal Sukabumi itu dinilai moncer saat berpasangan dengan Yeremia, dengan meraih beberapa gelar seperti Spanyol Masters 2021, Belgia International 2021, hingga Badminton Asia Championships 2022.

Pasangan yang memulai debut di ajang The 28th Iran Fajr International Challenge 2019 itu bahkan mengoleksi dua medali SEA Games dengan rincian satu emas dan satu perak.

Pada edisi 2021 di Vietnam, pasangan berjuluk The Prayer itu harus puas dengan medali perak usai takluk di partai final dari Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dengan skor 17-21, 19-21.

Namun, mereka mampu meng-upgrade medali menjadi emas saat tampil di edisi selanjutnya, SEA Games 2023 Kamboja, dengan menundukkan ganda putra Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dengan skor 21-17, 21-19.[]
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H