Baca Juga: Pramudya Niat Hengkang dari Pelatnas, Yeremia: 70 Persen Dia BertahanSalah satu alasan Pramudya Kusumawardana mundur juga lantaran merasa kesehatan mentalnya sempat terganggu yang berpengaruh pada kehidupan pribadinya.
"Poin pertama adalah kesehatan mental saya sedang tidak bagus," kata Pramudya Kusumawardana dalam keterangan resmi yang diterima
Akurat.co.
"Hal ini tidak bagus untuk keseharian saya, karena hal ini memiliki efek terhadap kehidupan saya, sehingga saya membutuhkan istirahat."
Rencananya Pramudya Kusumawardana akan meneruskan studi dengan memilih jurusan Sports Science dan Sports Psychology di Sydney.
Pemilihan jurusan yang diambil Pram bukan tanpa alasan. Dia berharap kedepannya bisa membantu olahraga di Tanah Air khususnya bulutangkis.
"Poin kedua ialah pendidikan. Saya masih mementingkan pendidikan," jelas Pramudya mengenai keputusannya.
"Saya ambil studi di luar karena merasa sistem di Indonesia belum mendukung untuk atlet profesional."
Baca Juga: Aryono Miranat Benarkan Rumor Rencana Hengkangnya Pramudya Kusumawardana dari Pelatnas PBSIPebulutangkis berusia 23 tahun itu sebenarnya sudah punya niat untuk mundur dari Pelatnas PBSI sejak awal 2023 silam.
Dengan perhitungan matang, Pram kemudian berbicara dengan pelatih mengenai masalah kesehatan mentalnya yang terganggu dan memutuskan mundur.
Pramudya tercatat menjadi bagian dari PBSI sejak 2018. Dia juga pernah bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Ribka Sugiarto.
Mereka pernah menjuarai India Junior International 2014 dengan mengalahkan sang kompatriot, Leo Rolly Carnando/Metya Inayah Cindiani, dengan skor 21-16 dan 21-12.
Di ganda putra, Pramudya pernah berpasangan dengan Rehan Naufal Kusharjanto, Ghifari Anandaffa Prihardika, dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Pemain asal Sukabumi itu dinilai moncer saat berpasangan dengan Yeremiandengan meraih beberapa gelar seperti Spain Masters 2021, Belgian International 2021, hingga Badminton Asia Championships 2022.
Pasangan yang memulai debut di ajang The 28th Iran Fajr International Challenge 2019 itu bahkan mengoleksi dua medali SEA Games dengan rincian satu emas dan satu perak.
Pada edisi 2021 di Vietnam, pasangan berjuluk
The Prayer itu harus puas dengan medali perak usai takluk di partai final dari Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dengan skor 17-21 dan 19-21.
Namun, mereka mampu mengupgrade medali menjadi emas saat tampil di edisi selanjutnya, SEA Games 2023 Kamboja dengan menundukkan ganda putra Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dengan skor 21-17 dan 21-19.[]