Akurat Logo

Oleksandr Usyk Kembali ke Kelas Penjelajah Lawan David Benavidez, Johnny Nelson: Langkah Bisnis dan Sejarah yang Cerdas

Dian Eko Prasetio | 6 November 2026, 14:01 WIB
Oleksandr Usyk Kembali ke Kelas Penjelajah Lawan David Benavidez, Johnny Nelson: Langkah Bisnis dan Sejarah yang Cerdas
Petinju kelas berat asal Ukraina, Oleksandr Usyk.

AKURAT.CO, Keputusan mantan raja kelas berat sejati (undisputed champion), Oleksandr Usyk, untuk turun kembali ke kelas penjelajah (cruiserweight) guna meladeni David Benavidez mendapat dukungan penuh dari pemegang rekor juara dunia cruiserweight WBO terlama, Johnny Nelson.

Johnny Nelson menilai manuver tersebut sebagai langkah bisnis yang cerdas sekaligus peluang emas untuk mengukir sejarah baru sebelum Oleksandr Usyk benar-benar gantung sarung tinju.

Oleksandr Usyk (39) sebelumnya telah melepas seluruh sabuk juara dunia kelas beratnya tak lama setelah tampil kurang mengesankan saat menang atas Rico Verhoeven pada Mei lalu.

Petinju asal Ukraina tersebut mengonfirmasi hanya akan melakoni satu pertarungan perpisahan (farewell fight) sebelum resmi pensiun dari dunia tinju profesional.

Baca Juga: David Benavidez Tantang Oleksandr Usyk, Kembali Bertarung di Kelas Penjelajah

Setelah rencana pertarungan perpisahan menghadapi mantan juara dunia WBC Deontay Wilder menemui jalan buntu, kubu Oleksandr Usyk kini mengalihkan sasaran penuh untuk memburu bentrokan di divisi 200 pon (90,7 kilogram) melawan bintang pound-for-pound, David Benavidez.

Legenda tinju Britania Raya, Johnny Nelson, yang memegang sabuk juara dunia WBO cruiserweight selama enam setengah tahun, meyakini Usyk masih memiliki kondisi fisik yang sangat ideal untuk kembali merajai batas berat 200 pon.

"Dia berada di dalam ring [pada pertarungan Canelo vs Mbilli] dan menunjukkan bentuk perutnya (six-pack), dan saya berpikir, 'dia bisa mencapai batas berat badan itu dengan baik'," ujar Nelson saat diwawancarai talkSPORT Boxing, Jumat (6/11/2026).

"Bagi dia untuk mendominasi kelas penjelajah, mendominasi kelas berat, lalu kembali turun ke kelas penjelajah dan mendominasi lagi, yang mana sangat bisa dia lakukan, menurut saya adalah penciptaan sejarah. Tidak hanya Benavidez, di sana juga ada Jai Opetaia, setelah itu baru pensiun." 

Selain aspek sejarah, Nelson secara gamblang mengungkapkan faktor finansial yang menjadi pendorong utama di balik keputusan Usyk memilih Benavidez ketimbang lawan-lawan di kelas berat.

"Saya memahami mengapa dia melakukannya, dia melakukannya karena ingin menghasilkan uang. Walaupun dia adalah petinju kelas berat terbaik di dunia, dia tidak menghasilkan uang sebanyak (Tyson) Fury atau AJ (Anthony Joshua)," jelas Nelson.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.