Akurat Logo

Angka Pernikahan di China Tahun Ini Anjlok ke Level Terendah dalam 18 Tahun

Fitra Iskandar | 6 November 2026, 14:42 WIB
Angka Pernikahan di China Tahun Ini Anjlok ke Level Terendah dalam 18 Tahun
Ilustrasi - Economist Intelligent

 AKURAT.CO Tingkat pernikahan di China selama sembilan bulan pertama tahun ini merosot ke level terendah dalam 18 tahun terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai penurunan angka kelahiran dan tekanan demografis di negara itu.

Menurut data dari Kementerian Urusan Sipil yang dirilis pekan ini, sebanyak 4,65 juta pasangan melangsungkan pernikahan dari bulan Januari hingga akhir September, sementara 2,08 juta pasangan lainnya bercerai.

Media lokal Yicai melaporkan pada hari Jumat bahwa angka tersebut merupakan yang terendah dalam 18 tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas China telah meluncurkan berbagai langkah untuk mendorong pernikahan dan kelahiran anak, termasuk pemberian subsidi keluarga, dukungan pengasuhan anak, serta pengurangan biaya medis yang berkaitan dengan persalinan.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mengintegrasikan pengembangan generasi muda ke dalam perencanaan perkotaan, perumahan, layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan publik. Upaya ini merupakan bagian dari langkah yang lebih luas untuk menjadikan kehidupan perkotaan lebih ramah bagi kaum muda, anak-anak, dan keluarga.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, jumlah penduduk lanjut usia di China kini melampaui jumlah anak-anak, dengan rasio ketergantungan lansia yang lebih tinggi daripada rasio ketergantungan anak.

Populasi China mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut hingga tahun 2025, seiring dengan anjloknya angka kelahiran ke rekor terendah, yang mendorong para ahli demografi untuk memperingatkan akan adanya penurunan lebih lanjut.

Jumlah perempuan usia reproduksi di China, yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa didefinisikan sebagai rentang usia 15–49 tahun, diperkirakan akan menyusut lebih dari dua pertiganya menjadi kurang dari 100 juta jiwa pada akhir abad ini.

 Sumber: Asahi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.