Akurat Logo

Isu Dasco Incar Kursi Wapres, Tamil Selvan: Upaya Adu Domba Politik dan Pengalihan Isu

Okto Rizki Alpino | 6 November 2026, 15:25 WIB
Isu Dasco Incar Kursi Wapres, Tamil Selvan: Upaya Adu Domba Politik dan Pengalihan Isu
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut penurunan Bipih terjadi setelah pemerintah memberikan subsidi Rp3 juta. - Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berambisi menjadi Wakil Presiden, merupakan bagian dari upaya adu domba politik dan pengalihan isu. Narasi tersebut sengaja dimunculkan untuk mengganggu stabilitas politik nasional.

"Jadi, isu Pak Dasco mau jadi wapres itu hanya pola adu domba politik dan pengalihan isu," kata Pengamat hukum Tamil Selvan, Jumat (6/11/2026).

Menurut Tamil, Dasco tidak memiliki ambisi mengejar jabatan politik. Dia justru menilai, Wakil Ketua DPR tersebut selama ini lebih mengutamakan stabilitas bangsa.

Baca Juga: Dasco Bantah Kabar Jadi Cawapres: Hoax! Ada Upaya Pengalihan Isu Penyadapan Ilegal

"Pak Dasco itu adalah orang yang paling ikhlas menjaga stabilitas bangsa ini, beliau tidak punya ambisi soal jabatan," ujarnya.

Dia juga menyinggung sikap Dasco terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Dia mengingatkan pernyataan Dasco yang pernah menyatakan kesediaannya mundur apabila regulasi tersebut tidak disahkan.

"Ingat, saat memberi keyakinan soal RUU Perampasan Aset, Pak Dasco dengan lantang menyatakan siap mundur jika RUU itu tidak disahkan," katanya.

Dasco hingga kini tetap menduduki posisi Wakil Ketua DPR RI, meskipun terdapat peluang untuk mengisi jabatan lain di pemerintahan.

Baca Juga: Kebijakan Buruh dan Ojol Disorot, IBSW Apresiasi Kiprah Dasco

"Sampai hari ini beliau hanya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Padahal peluang untuk menjadi Menko dan menduduki jabatan lain terbuka lebar, tapi Pak Dasco tidak ambisi," tegasnya.

Di sisi lain, Tamil meminta perhatian publik diarahkan pada dugaan percobaan makar yang perlu ditelusuri hingga ke pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.

"Kita fokus pada percobaan makar ini, tilik sampai dalam, bungkus aktor intelektual yang selalu membuat gaduh bangsa ini," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.