Akurat

Absen di Daftar 54 Cabor, PP Persambi 'Gerilya' Agar Sambo Masuk List PON 2028

Hervin Saputra | 4 Februari 2026, 13:42 WIB
Absen di Daftar 54 Cabor, PP Persambi 'Gerilya' Agar Sambo Masuk List PON 2028

AKURAT.CO m, Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) tengah memperjuangkan nasib cabang olahraga (cabor) sambo agar bisa mentas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2028.

Sekretaris Jenderal PP Persambi, Arnold Silalahi, menegaskan bahwa sambo memiliki rekam jejak yang solid.

Selain sudah resmi diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), sambo telah eksis selama lebih dari sepuluh tahun di tanah air dan rutin menyumbang prestasi di kancah internasional.

Baca Juga: ​Bakal Gelar Munas April 2026, PP Persambi Siapkan Agenda Padat Termasuk Kejurnas

Jika melihat fakta di lapangan dan regulasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang berlaku, sambo sebenarnya sudah sangat layak serta memenuhi syarat secara teknis untuk tampil di PON 2028.

Namun, ada ganjalan kebijakan baru yang membuatnya berada di posisi "abu-abu".

"Besar harapan dari seluruh praktisi sambo di provinsi seluruh Indonesia agar sambo bisa dipertandingkan di PON 2028 nanti di NTB dan NTT," ungkap Arnold saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/2).

Sempat Debut, Kini Sambo Terancam Absen

Langkah Persambi ini merupakan respons atas pengumuman daftar cabor untuk PON 2028.

Dari total 54 cabor yang telah dirilis, nama sambo secara mengejutkan tidak masuk dalam daftar tersebut.

Padahal, sambo tercatat telah memulai debutnya pada PON XX Papua 2021 dan dipertandingkan secara resmi sebagai cabor perebutan medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Baca Juga: Indonesia Akhiri Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 dengan Empat Medali

Meski daftar cabor sudah diumumkan, Arnold menilai peluang sambo masuk ke perhelatan olahraga multi-event terbesar di Indonesia itu belum sepenuhnya tertutup.

Mengingat pelaksanaan PON masih menyisakan waktu dua tahun lagi, ruang negosiasi diyakini masih terbuka.

"Sambo sudah recognized (diakui) oleh IOC, jadi sebetulnya ini adalah salah satu cabor Olimpiade juga. Dengan prestasi yang ada, kami harapkan masih punya kesempatan untuk masuk (list PON)," tambah Arnold optimistis.

Di tengah upaya lobi ke KONI maupun penyelenggara PON, PP Persambi juga sedang menghadapi agenda internal yang krusial.

Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih nakhoda baru periode 2026–2030.

Masa jabatan kepengurusan sebelumnya diketahui telah berakhir pada 31 Januari 2026. Namun, operasional organisasi tetap berjalan menyusul adanya permohonan perpanjangan masa bakti hingga April mendatang.

"Munas rencananya akan kami gelar pada pekan pertama atau kedua bulan April," tutup Arnold.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H