SEA Games: Tim Pursuit Putra Indonesia Didiskualifikasi, Ayustina Delia Amankan Perunggu
Leo Farhan | 18 Desember 2025, 19:23 WIB

AKURAT.CO, Hasil kurang maksimal harus diterima tim balap sepeda Indonesia pada final nomor men’s team pursuit dan women scratch cabang track SEA Games Thailand 2025.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Hua Mark Velodrome, Bangkok, Kamis (18/12), tim pursuit putra harus menerima diskualifikasi. Sementara Ayustina Delia Priatna mengamankan medali perunggu pada nomor women scratch.
Pelatih Kepala Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haris Purnomo, menyebut hasil tersebut berada di luar ekspektasi tim. Terutama pada nomor team pursuit putra yang sebelumnya menjadi andalan untuk merebut emas.
"Harapannya hari ini ada medali emas dari team pursuit putra. Secara catatan waktu, kami unggul di level ASEAN. Tapi memang kemenangan belum berpihak kepada tim kita," ujar Dadang.
Ia menjelaskan, diskualifikasi tim pursuit putra dipicu oleh masalah teknis pada saat start. Dua pembalap Indonesia, Bernard Benyamin Van Aert dan Muhammad Andy Royan, mengalami kendala serius ketika klip sepeda terlepas dari pedal.
"Ada sedikit trouble, klipnya terlepas. Dua orang langsung, yakni pembalap pertama dan kedua. Ini yang membuat situasi menjadi sulit sejak awal," jelasnya.
Dadang menegaskan bahwa masalah tersebut tidak pernah muncul selama persiapan. Bahkan hingga sesi official training menjelang lomba, kondisi sepeda dan perlengkapan dinilai normal.
Menurut Dadang, kendala tersebut membuat tim tidak bisa melanjutkan balapan sesuai regulasi. Meski tidak terjadi kerusakan pada sepeda, kondisi tersebut membuat tim Indonesia dinyatakan tidak finis.
Baca Juga: SEA Games: Emas Keenam Indonesia Datang dari Balap Sepeda, Rendy Varera Juara MTB Cross Country
"Secara regulasi, kalau tidak ada kerusakan dinyatakan not finish. Ini murni kesalahan teknis, kemungkinan posisi kaki saat standing start berubah sehingga tarikan klip dari pedal ikut berubah," ujarnya.
Sementara itu, dari nomor women scratch, Indonesia tetap membawa pulang medali melalui Ayustina Delia Priatna yang finis di posisi ketiga. Dadang menilai Ayu sebenarnya memiliki peluang untuk meraih hasil lebih baik.
"Ayu sebenarnya punya kesempatan. Tapi di last lap posisinya sedikit terjepit. Dia terpaksa mengambil jalur dalam dan tertahan oleh beberapa pembalap," ungkap Dadang.
Situasi tersebut membuat Ayu kesulitan keluar dari kepungan lawan dan harus bertahan di posisi ketiga hingga garis finis.
"Kalau sudah di dalam, memang agak sulit. Tapi Ayu bisa menjaga posisi dan tetap mengamankan perunggu," tambahnya.
Meski gagal meraih emas pada hari ini, peluang Indonesia untuk menambah medali masih terbuka. Dadang menyebut nomor men’s points race yang akan digelar esok hari, Jumat (19/12), menjadi salah satu andalan berikutnya.
"Besok masih ada point race putra. Di nomor itu kami masih punya peluang emas. Mudah-mudahan anak-anak bisa tampil maksimal dan bermain dengan baik," kata Dadang.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim balap sepeda Indonesia, terutama terkait kesiapan teknis di nomor track. Sekaligus pijakan untuk memperbaiki performa pada laga-laga tersisa di SEA Games Thailand 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









