PON Bela Diri: Jateng Dominan, KONI Pastikan Jadi Agenda Dua Tahunan
Leo Farhan | 21 Oktober 2025, 21:29 WIB

AKURAT.CO, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengapresiasi penyelenggaraan perdana PON Bela Diri 2025 di Kudus yang dinilai sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Marciano menyebut ajang yang berlangsung sejak 11-26 Oktober 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, ini rencananya akan menjadi agenda rutin dua tahunan guna memperkuat pembinaan atlet bela diri nasional.
"Insyaallah PON Bela Diri akan digelar dua tahun sekali sebagai bentuk kolaborasi dengan Djarum Foundation," kata Marciano di Kudus, Selasa (21/10).
Sorotan datang dari Fitri Mawarni (Kalimantan Timur) yang menyumbang emas di nomor tanding B putri pencak silat. Serta Kelvin Saweri (Papua Barat) yang memenangi emas shorinji kempo di kelas 75 kilogram putra.
Fitri mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki arena pertandingan, mengingat ia dan lawannya, Shelena Cantika Ridwan (DKI Jakarta), belum pernah bertemu sebelumnya.
Namun, persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani sejak akhir 2024 menjadi modal berharga untuk mengatasi ketegangan dan akhirnya meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 34-14.
"Alhamdulillah dikasih ketenangan dan kemenangan sama Allah. Kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, pelatih, serta teman-teman satu kontingen dari Kaltim," ungkap Fitri.
Sementara itu, Kelvin mampu menutup perjalanannya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan gemilang walau sempat diliputi kecemasan jelang laga lantaran atmosfer pertandingan yang menghadirkan atlet-atlet terbaik dari seantero negeri.
"Tapi senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas," jelas Kelvin.
Dari sepuluh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan, tujuh telah rampung digelar, di antaranya gulat, judo, tarung derajat, taekwondo, pencak silat, sambo, dan shorinji kempo.
Tiga cabor terakhir—ju-jitsu, karate, dan wushu—akan menjadi penutup kejuaraan pada 26 Oktober mendatang.
Dominasi tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) tampak jelas di beberapa cabang. Di pencak silat, Jateng meraih enam emas dan satu perunggu, melampaui target semula tiga emas.
Sementara di cabor sambo, Jateng juga tampil sebagai juara umum dengan lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu.
Sedangkan dari cabor Shorinji Kempo, DKI Jakarta, mampu keluar sebagai juara umum dengan raihan total sebelas medali dengan rincian tujuh emas, dua perak, dan dua perunggu.
Marciano berharap keberhasilan PON Bela Diri Kudus menjadi pijakan menuju ajang internasional. Gelaran seperti ini menurutnya penting untuk menyiapkan atlet menuju Asian Games hingga Olimpiade. Ia optimistis bakal lahir juara dunia bela diri dari Indonesia.
"Satu hari nanti, kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade, dan menjadi kebanggaan kita karena prestasinya di pesta olahraga dunia itu," kata Marciano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









