Rizki Juniansyah Sempat Demam Sebelum Pecahkan Rekor Dunia di Kelas 79 Kilogram
Leo Farhan | 7 Oktober 2025, 17:31 WIB

AKURAT.CO, Rizki Juniansyah kembali menorehkan sejarah di panggung dunia. Meski sempat jatuh sakit jelang tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi (IWF World Championship) 2025, Rizki mampu merebut dua medali emas dan satu perunggu di ajang yang digelar Forde, Norwegia, Senin (6/10) waktu setempat itu.
Lifter berusia 22 tahun itu tampil luar biasa di kelas 79 kilogram putra setelah memecahkan rekor dunia clean & jerk dengan angkatan 204 kilogram. Ia juga membawa pulang emas dari total angkatan 361 kilogram.
Catatan total angkatan yang ditorehkan Rizki bahkan hanya terpaut satu kilogram dari rekor dunia total angkatan. Sementara pada nomor snatch, Rizki meraih perunggu lewat angkatan 157 kilogram.
Baca Juga: Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia, Indonesia Panen Medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025
Namun di balik pencapaian gemilang itu, terselip kisah perjuangan yang tak banyak diketahui. Menurut pelatihnya, Triyatno, dua hari sebelum pertandingan Rizki sempat mengalami demam akibat cuaca ekstrem di Norwegia.
"Dua hari sebelum pertandingan, Rizki sempat demam. Saya sempat khawatir, apakah dia masih bisa tampil maksimal atau tidak. Tapi alhamdulillah menjelang pertandingan kondisinya mulai membaik," ujar Triyatno, Selasa (7/10).
Kondisi fisik Rizki yang belum sepenuhnya pulih tampak berpengaruh pada nomor snatch. Dari tiga kesempatan angkatan, Rizki hanya berhasil di angkatan 157 kilogram dan gagal pada 162 kilogram.
"Di snatch itu kelihatan banget dia belum fit. Padahal di latihan sebelumnya dia sudah sempat angkat 165 sampai 170 kilogram. Kalau kondisinya fit, insyaallah bisa bersaing lebih ketat dengan lawan-lawannya," kata Triyatno.
Cuaca dingin disertai hujan dan angin kencang di Forde disebut menjadi penyebab utama demam yang dialami beberapa anggota tim, termasuk pelatih dan manajer. Tim Indonesia sendiri baru tiba di Norwegia pada 1 Oktober atau hanya beberapa hari sebelum kejuaraan dimulai.
Meski persiapan tergolong singkat, Rizki justru mampu tampil trengginas di nomor clean & jerk. Angkatan 204 kilogram yang ia lakukan tidak hanya memastikan medali emas tetapi juga mencatatkan rekor dunia baru.
"Sebenarnya hasil itu di luar dugaan. Saat pemanasan di belakang, Rizki sempat gagal di angkatan 190 kilogram. Saya sempat pesimistis. Tapi setelah gagal itu, dia langsung naik ke 195 dan akhirnya sukses di 204 kilogram. Itu luar biasa," ungkapnya.
Capaian ini menjadi semakin istimewa karena kelas 79 kilogram putra merupakan kategori baru yang baru pertama kali dipertandingkan secara resmi di level dunia.
"Dari PB PABSI juga sebenarnya tidak menargetkan apa-apa, karena ini kelas baru, lawan-lawannya juga belum tahu seperti apa kekuatannya. Kami hanya ingin Rizki tampil dengan angkatan terbaik yang dia punya," kata Triyatno.
Rizki kini tercatat sebagai salah satu lifter muda paling potensial di dunia dan prestasinya di Norwegia menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di cabang angkat besi.
Setelah Kejuaraan Dunia ini, tim pelatnas angkat besi akan fokus pada persiapan SEA Games mendatang. Rizki dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat bersama kontingen Indonesia lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









