Rizki Juniansyah Bidik Rekor Dunia Total Angkatan Usai Pecahkan Rekor Clean & Jerk
Leo Farhan | 7 Oktober 2025, 15:35 WIB

AKURAT.CO, Lifter muda andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, kembali mencetak sejarah di panggung dunia dengan merebut dua emas dan satu perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi (IWF World Championship) 2025 di Forde, Norwegia, Senin (6/10) setempat.
Selain membawa pulang emas, atlet berusia 22 tahun itu juga sukses memecahkan rekor dunia di kelas 79 kilogram putra usai mencatatkan angkatan 204 kilogram pada clean & jerk.
Satu emas lainnya datang dari total angkatan seberat 361 kilogram, hanya terpaut satu kilogram dari rekor dunia total angkatan. Sementara di nomor snatch, Rizki Juniansyah mencatat angkatan seberat 157 kilogram untuk medali perunggu.
Baca Juga: Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia, Indonesia Panen Medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025
"Saya akan simpan (pemecahan) rekor (dunia) total itu untuk lain waktu, semoga bisa tercapai," ujar Rizki Juniansyah dikutip dari CNA.
Dengan capaian tersebut, Rizki unggul atas lifter Korea Utara, Ri Chong Song, yang finis di posisi kedua serta Abdelrahman Younes dari Mesir di urutan ketiga.
Kemenangan ini juga melengkapi koleksi prestasi Rizki di level dunia setelah sebelumnya mengantongi medali emas Olimpiade Paris 2024 dan dua medali perak pada Kejuaraan Dunia 2022 dan 2024.
Sementara itu, rekan satu timnya, Rahmat Erwin Abdullah, yang juga turun di nomor 79 kilogram putra harus puas menempati peringkat keempat total angkatan. Meski demikian, Rahmat tetap berhasil menyumbang medali perak di nomor clean & jerk dengan angkatan 203 kilogram.
Dari lifter senior, Eko Yuli Irawan, turut menambah daftar prestasi Indonesia dengan merebut perunggu di nomor snatch lewat angkatan 137 kilogram. Ia berada di belakang Muhammed Furkan Ozbek (Turki, 145 kilogram) dan Ivan Petkov Dimov (Bulgaria, 137 kilogram).
Namun, Eko gagal menambah medali pada clean & jerk setelah dua percobaannya di angkatan 166 kilogram dan 167 kilogram tidak berhasil. Ia menutup kejuaraan dengan total angkatan 300 kilogram, menempati posisi ketujuh dunia.
Dari kelas 65 kilogram putra, lifter muda Geovani Leonardo Adventino juga tampil solid dengan menempati peringkat sepuluh besar dunia. Ia membukukan total angkatan 295 kilogram (snatch 133 kilogram + clean & jerk 162 kilogram).
Hasil ini menegaskan dominasi Indonesia dalam cabang olahraga angkat besi di level internasional. Capaian Rizki dan rekan-rekannya menjadi modal penting bagi tim angkat besi Indonesia menuju siklus kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









