Anggaran SEA Games Thailand Baru Rp10 Miliar, Erick Thohir Bakal Bicara dengan Menkeu
Leo Farhan | 22 September 2025, 18:57 WIB

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa Pemerintah tengah mematangkan persiapan SEA Games Thailand 2025 yang akan berlangsung pada Desember mendatang.
Erick Thohir menyoroti pentingnya dukungan anggaran agar Indonesia tidak kehilangan tradisi berada di peringkat tiga besar pada ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.
Dalam pertemuan bersama Komite Olimpiade (NOC) Indonesia dan tim review cabang olahraga, Erick Thohir mengungkapkan bahwa hilangnya 41 medali emas akibat cabang olahraga yang tidak dipertandingkan berpotensi menurunkan posisi Indonesia di klasemen akhir.
"Kalau dulu 87 emas kita ranking ketiga, dikurangi 41 maka bisa ranking enam. Apalagi dari pendanaan sekarang yang tersedia baru Rp10 miliar, berarti kita hanya bisa mengirim 120 atlet," kata Erick usai rapat koordinasi dengan NOC Indonesia di gedung FX, Senayan, Jakarta, Senin (22/9).
Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian serius mengingat olahraga bukan sekadar prestasi tetapi juga duta bangsa di mata dunia. Di mana hal tersebut sesuai dengan asa cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin menunjukkan kedigdayaan bangsa Indonesia lewat olahraga.
Apalagi, Erick menilai bahwa kondisi anggaran menjadi tantangan terbesarnya saat ini. Dari total kebutuhan yang ideal mencapai Rp45–60 miliar, anggaran yang tersedia baru sekitar Rp10 miliar.
Jika tidak ada tambahan anggaran lainnya, kontingen Indonesia diperkirakan hanya mampu mengirim 120 atlet-jumlah terkecil sepanjang sejarah keikutsertaan di SEA Games.
"Kami tentu akan duduk bersama Menteri Keuangan. Saya yakin beliau punya kecintaan yang sama terhadap olahraga nasional. Jangan sampai prestasi menurun drastis hanya karena keterbatasan anggaran," ucap Erick.
Menpora menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong fleksibilitas anggaran demi menghindari penurunan peringkat Indonesia. Saat ini, rata-rata kontingen Merah Putih selalu finis di posisi tiga besar,dan tradisi itu ingin dipertahankan di Thailand.
Baca Juga: Balik Lagi Urus Bulutangkis dan Renang, Program Jangka Pendek Erick Thohir 'Ngurusin Badan'
Selain itu, Erick juga menekankan pentingnya pemilihan cabang olahraga prioritas. Ia meminta NOC Indonesia bersama tim review memetakan potensi medali emas agar strategi pengiriman atlet bisa lebih tepat sasaran.
"Kami bicara dengan cabor yang punya peluang emas bertahan. Jangan sampai salah fokus," jelas Erick.
Tidak hanya soal anggaran, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu juga menyinggung pentingnya infrastruktur pendukung.
Ia bahkan sempat menyinggung baru-baru ini telah meninjau fasilitas di Cibubur yang akan diresmikan Presiden enam bulan mendatang. Menurutnya, fasilitas itu akan menjadi salah satu pusat pembinaan atlet jangka panjang.
"Kami harus mengintrospeksi diri. Transformasi dan reformasi yang pernah dilakukan di tempat lain juga harus dijalankan di Kemenpora agar lebih efisien dan tepat guna," ujarnya.
Meski dihadapkan pada tantangan, Erick optimistis solusi akan ditemukan. Ia berharap Pemerintah, Federasi, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama menjaga marwah olahraga Indonesia.
"Kalau ada fleksibilitas, saya yakin kita tetap bisa menjaga tradisi berprestasi," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









