Akurat

Sah Jadi Menpora, Erick Thohir Kejar Tuan Rumah Olimpiade 2036?

Badri | 17 September 2025, 17:19 WIB
Sah Jadi Menpora, Erick Thohir Kejar Tuan Rumah Olimpiade 2036?

AKURAT.CO, Jika sejumlah pihak menganggap berpindahnya Erick Thohir dari jabatannya sebagai Menteri BUMN ke Menteri Pemuda dan Olahraga atau (Menpora) sebagai “turun kelas”, sejatinya sang menteri dikembalikan “ke dunianya”.

Ya, Erick Thohir resmi digeser dari Kementerian BUMN ke Kemenpora dalam reshuffle kabinet yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (17/9).

Perlu diingat, sebelum Erick Thohir mendapatkan posisi di Kementerian BUMN di kabinet periode kedua Joko Widodo pada 2019, pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970, itu adalah orang yang dikenal sebagai insan lingkungan olahraga.

Baca Juga: Erick Thohir Pindah Haluan dari Menteri BUMN Jadi Menpora, Bagaimana Nasib PSSI?

Bahkan, jalan Erick mendapatkan jabatan pertamanya sebagai menteri tak lain karena kesuksesannya menyelenggarakan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 yang diikutinya kemudian sebagai tim sukses Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.

Pada saat yang sama, Erick Thohir kala itu adalah Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Ia kemudian mendapatkan jabatan prestistius sebagai Ketua Umum PSSI melalui Kongres Luar Biasa pada Februari 2023.

Setelah reshuffle terbaru ini, publik mungkin akan kasak-kusuk soal rangkap jabatan Erick Thohir sebagai Menpora dan juga Ketum PSSI. Kritik yang sama pernah diajukan untuk Zainudin Amali yang menjadi Waketum PSSI mendampingi Erick dalam posisinya sebagai Menpora pada 2023.

Kurang dari sebulan sejak Kongres Luar Biasa PSSI yang memilih Erick Thohir, Amali kemudian merelakan jabatan Menpora dan sepenuhnya menjadi Waketum PSSI.

Namun, tidak ada regulasi dalam statuta PSSI–setidaknya belum ada– yang melarang menteri rangkap menjabat ketua federasi cabang olahraga.

Baca Juga: Isu Reshuffle: Erick Thohir Jadi Menpora, Rosan Roeslani Ambil Alih BUMN

Satu-satunya kendala signifikan adalah regulasi FIFA yang melarang pemimpin federasi atau asosiasi nasional berkaitan dengan peluang untuk melakukan intervensi politik.

Terlepas apapun kebijakan FIFA soal statusnya sebagai pemimpin PSSI, maka jelas sudah seluruh pengelolaan olahraga kini berada di tangan Erick Thohir. Dengan karakternya yang ambisius, Erick punya “mainan” yang sudah ada di depan matanya: tuan rumah Olimpiade 2036.

Sejauh ini, Indonesia masih tercatat sebagai salah satu pendaftar resmi untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2036. Saingannya adalah India, Qatar, Turki, dan Chile.

Seraya mengusahakan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, misi untuk mendapatkan hak menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 juga cukup prospektif di tangan Erick Thohir.

Saat ini, Erick punya lobi langsung ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena ia adalah salah satu anggota komitenya sejak 2019.

Adalah Erick pula yang bertemu langsung dengan Presiden IOC, Thomas Bach, untuk memulai wacana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pada 2020. Namun, Indonesia menggeser bidikan ke 2036 karena Brisbane, Australia, memenangi hak tuan rumah edisi 2032.

Sejauh ini, IOC menyatakan belum ada linimasa soal kapan pemilihan final tuan rumah Olimpiade 2036. Semula jadwalnya adalah 2025 mengikuti tradisi pengumuman tuan rumah olimpiade dilakukan sebelas tahun sebelum pelaksanaan.

Kita tunggu gebrakan Erick!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H