Akurat

In Memoriam: IGK Manila, Jenderal Berkumis Penggila Olahraga

Leo Farhan | 18 Agustus 2025, 19:22 WIB
In Memoriam: IGK Manila, Jenderal Berkumis Penggila Olahraga
 
AKURAT.CO, Dunia olahraga Indonesia kembali dirundung duka. Mayor Jenderal (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, sosok yang dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia sekaligus tokoh penting sepakbola nasional, tutup usia pada Senin (18/8) di RS Bunda Menteng, Jakarta.
 
Almarhum wafat pada usia 83 tahun atau sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia yang jatuh pada hari Minggu (17/8).
 
Lahir di Singaraja, Bali, 8 Juli 1942, IGK Manila adalah lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1964 dan termasuk 15 perwira remaja pertama dengan kecabangan Polisi Militer.
 
 
Karier militernya menanjak hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI AD (POM ABRI), pernah menjabat Kapomdam IV/Sriwijaya, Dan Pusdik Pom, hingga Staf Ahli Pangab. Namun, kiprah IGK Manila paling membekas justru di dunia olahraga.
 
Ia sempat dipercaya menjadi Manajer Timnas Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Di bawah kepemimpinannya, Garuda sukses mempersembahkan medali emas setelah menaklukkan Thailand di final-prestasi yang baru terulang kembali pada SEA Games 2023.
 
Manila juga sukses mengantarkan dua klub besar meraih kejayaan. Bersama Bandung Raya, ia membawa klub tersebut juara Liga Indonesia 1996.
 
Sementara saat memimpin Persija Jakarta sebagai manajer (1997–2005), Manila kembali menorehkan sejarah dengan mempersembahkan gelar Liga Indonesia 2001 bagi Macan Kemayoran.
 
Selain sepakbola, IGK Manila juga tercatat sebagai sosok sentral dalam perkembangan wushu di Tanah Air.
 
 
Ia mendirikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pada 1992 dan menjadi ketua umum pertama. Julukan 'Bapak Wushu Indonesia' pun melekat erat padanya karena perjuangannya melobi pemerintah Orde Baru agar wushu dapat berkembang secara resmi.
 
Kini, cabang olahraga Wushu rutin menyumbang medali internasional bagi Indonesia.
 
Sejumlah tokoh olahraga bahkan menyampaikan duka mendalam atas kepergian Bapak Wushu Indonesia itu. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan jasa almarhum sangat besar.
 
"Terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak IGK Manila yang begitu banyak jasanya untuk olahraga prestasi Indonesia. Selamat jalan, perjuanganmu akan kami lanjutkan," ujarnya.
 
Ucapan belasungkawa juga datang dari jajaran PB WI, mulai dari Sekjen Ngatino hingga Wakil Ketua Umum Setyo Wasisto, yang menyebut Manila sebagai sosok yang sulit tergantikan.
 
Tak hanya di olahraga, Manila juga aktif di dunia organisasi dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum ORARI, Direktur Akademi Olahraga Indonesia (AKORIN), hingga Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem.
 
Kepulangan IGK Manila meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi masyarakat olahraga, terutama sepakbola dan wushu.
 
Sosok jenderal berkumis tebal itu akan selalu dikenang sebagai pejuang olahraga Indonesia yang mewariskan kejayaan dan semangat juang lintas generasi.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H