Hardiyanto Kenneth Terpilih Aklamasi Pimpin Percasi DKI Jakarta, Fokus Kembangkan Pembinaan dan Regenerasi Pecatur Muda
Hervin Saputra | 28 Juli 2025, 15:06 WIB

AKURAT.CO, Hardiyanto Kenneth resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta periode 2025–2029 dalam Musyawarah Provinsi Percasi DKI Jakarta yang digelar di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Sabtu (26/7).
Politikus PDI Perjuangan itu menggantikan Pandapotan Sinaga melalui mekanisme aklamasi. Walau mencintai olahraga catur sejak kecil, namun baru tahun ini ia mantap terjun langsung ke dalam struktur organisasi.
"Awalnya saya menerima tawaran karena memang suka catur. Sebelumnya belum punya keberanian masuk ke organisasi. Tapi hari ini takdir berkata lain. Saya memberanikan diri untuk mengambil amanah ini," kata Kenneth kepada awak media.
Sebagai ketua terpilih, Kenneth menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pembinaan yang terstruktur dan berjenjang.
Ia menyebut, fokus utamanya adalah memperkuat peran klub-klub catur, memperluas akses pembinaan di seluruh wilayah Jakarta, serta melakukan regenerasi atlet sejak usia dini.
"Percasi DKI Jakarta bukan sekadar organisasi olahraga, tetapi rumah besar bagi talenta-talenta catur yang luar biasa. Kami akan memperkuat fondasi melalui pembinaan yang terarah hingga ke tingkat akar rumput," katanya.
Kenneth juga bertekad mempertahankan posisi Jakarta sebagai barometer catur nasional. Pada PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara, Percasi DKI mencetak sejarah dengan menyabet delapan medali emas dari 12 nomor pertandingan, sekaligus menyandang gelar juara umum.
Lebih jauh, Kenneth mengusung misi strategis agar cabang olahraga catur bisa kembali masuk sebagai salah satu nomor yang dipertandingkan di ajang PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saat ini, catur belum termasuk dalam daftar cabang yang akan dipertandingkan di PON 2028. Kami akan berkoordinasi dengan KONI DKI Jakarta untuk memperjuangkannya," jelasnya.
Bukan cuma itu, dia juga berencana untuk menargetkan kerja sama dengan sekolah-sekolah di Jakarta untuk menjaring bibit unggul sejak dini. Menurutnya, sekolah bisa menjadi tempat lahirnya calon pecatur andalan Ibu Kota.
Tak hanya berhenti pada pembibitan, Kenneth juga menyiapkan program peningkatan frekuensi kompetisi lokal guna menambah jam terbang atlet. Bahkan, ia membuka peluang mengirim atlet catur Jakarta untuk berlatih ke Eropa Timur demi menambah wawasan dan pengalaman internasional.
"Kejuaraan akan lebih sering digelar tiap tahun. Dalam 30 hari ke depan, kami diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan," jelas Kenneth.
"Setelah itu, program kerja akan langsung disusun dan dilaksanakan. Kami juga akan meningkatkan eksistensi media sosial Percasi Jakarta karena peran dunia digital kini sangat penting."
Dalam menjalankan program strategisnya, Percasi DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan PB Percasi Pusat, KONI DKI Jakarta, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat posisi catur secara nasional.
Kenneth mengajak seluruh elemen Percasi DKI Jakarta, baik itu pengurus, pelatih, hingga atlet, untuk tetap solid menjaga kesinambungan program pembinaan, sekaligus memperjuangkan eksistensi catur di pentas olahraga nasional.
"Kita tidak hanya ingin mempertahankan kejayaan, tetapi memastikan catur terus hidup dan berkembang dalam ekosistem olahraga nasional," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









