AKURAT.CO, Kemitraan Novak Djokovic dan mantan rivalnya, Andy Murray, sebagai pelatih untuk mengarungi musim depan disebut sebagai kombinasi sempurna yang dapat berjalan dengan sangat baik.
Namun, Novak Djokovic setidaknya harus mengubah beberapa aspek permainannya jika ingin terus bersaing dengan rival-rivalnya yang jauh lebih muda untuk musim 2025.
Setidaknya itu yang dipikirkan finalis Prancis Terbuka asal Spanyol, Alex Corretja, mengenai musim baru yang bakal dilewati Novak Djokovic.
"Saya pikir ini (Djokovic-Murray) adalah kombinasi yang eksplosif, tetapi bisa berjalan dengan sangat baik. Tapi, saya rasa dia (Djokovic) perlu melakukan hal-hal yang berbeda," kata Corretja kepada Eurosports.
"Novak, karena dia sangat konsisten, sangat solid, dan hampir seperti mesin yang sempurna. Namun saat ini pemain lain sedikit lebih muda, mereka bergerak sedikit lebih cepat. Jadi saya mengharapkan Novak yang sangat agresif, jika tidak, ia akan kesulitan."
Corretja mengatakan bahwa pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut harus banyak berlari saat bertahan.
Karena yang pasti ketika menghadapi pemain top dunia Djokovic harus tahu bagaimana cara bertahan karena dia tidak selalu berada di posisi yang tepat.
Pada tahun ini, Djokovic tidak menjalani musim terbaik sesuai standar tingginya lantaran gagal memenangi ajang ATP Tour Reguler dan mengakhiri musim di peringkat tujuh dunia.
Namun, dia berhasil mewujudkan impian besarnya dengan merebut medali emas Olimpiade 2024 untuk Serbia di sektor tunggal putra saat tampil di Paris, Prancis. Sekaligus melengkapi karier Golden Slam miliknya.
Banyak yang menilai bahwa Djokovic akan kehilangan motivasi tahun ini dan ada spekulasi bahwa ia bisa saja pensiun setelah capaian luar biasa merebut medali emas di Olimpiade Paris.
Namun, Djokovic telah menepis rumor tersebut dengan menggaet pemenang Grand Slam tiga kali, Andy Murray, sebagai pelatihnya untuk jeda musim panas hingga Australia Terbuka.
Djokovic memiliki rekor menang-kalah 37-9 pada tahun 2024 dan ia menderita kekalahan melawan Jannik Sinner dan juga dikalahkan oleh Carlos Alcaraz di final Wimbledon.
Corretja menilai ini adalah langkah cerdas yang diambil Djokovic. Murray bisa jadi "kunci" bagi Djokovic untuk mengejutkan pemain-pemain muda seperti Jannik Sinner dan Alcaraz pada tahun 2025.
Tidak diragukan lagi bahwa keduanya telah membawa tenis mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
Dan Djokovic perlu beradaptasi dan menambahkan sedikit agresi ke dalam permainannya jika ia ingin mengalahkan bintang-bintang yang sedang naik daun itu musim depan.