Iga Swiatek Terima Hukuman Skorsing Satu Bulan karena Positif Doping

AKURAT.CO, Petenis putri peringkat dua dunia dan juga juara grand slam lima kali, Iga Swiatek, menerima hukuman satu bulan skorsing setelah dinyatakan positif doping.
Iga Swiatek dinyatakan positif menggunakan obat jantung jenis trimetazidine (TMZ) saat pengambilan sampel di luar kompetisi pada Agustus 2024.
Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) mendapat laporan bahwa hal tersebut dialami Iga Swiatek lantaran terkontaminasi melatonin.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Geser Iga Swiatek dari Puncak Ranking WTA, Bisa Berubah di Riyadh Bulan Depan
Melatonin ini terkandang pada obat non-resep yang diproduksi dan dijual bebas di Polandia yang diminumnya untuk mengatasi jetlag dan masalah tidur.
Dengan beberapa fakta-fakta di atas, tingkat kesalahan yang dilakukan juara bertahan Prancis Terbuka berusia 23 tahun itu dianggap berada pada batas terendah atau 'tidak ada kesalahan atau kelalaian yang signifikan.'
"Dalam dua setengah bulan terakhir saya menjalani proses hukum ITIA yang ketat, yang menegaskan ketidakbersalahan saya," kata Swiatek melalui laman Instagram pribadinya.
"Satu-satunya hasil tes doping yang positif sepanjang karier saya, yang menunjukkan kadar zat terlarang yang sangat rendah yang belum pernah saya dengar sebelumnya, membuat semua yang telah saya kerjakan dengan keras sepanjang hidup saya dipertanyakan."
Skorsing yang diterima Swiatek bahkan membuat dia dan timnya merasakan kecemasan yang luar biasa. Namun, dengan titik terang dan catatan yang bersih ini, Swiatek dapat kembali melakukan apa yang paling disukainya, yaitu bermain tenis.
Swiatek harus menjalani skorsing sementara sejak 12 September lalu sebelum mengajukan banding dan absen pada tiga turnamen.
Baca Juga: Iga Swiatek Resmi Rekrut Eks Pelatih Naomi Osaka, Bersiap untuk Final WTA Bulan Depan
Dia memberirahukan kepada pengadilan independen bahwa sumber tes positif miliknya telah diidentifikasi sebagai obat terkontaminasi yang diproduksi di negara asalnya.
Setelah pengujian, ITIA menawari penangguhan satu bulan yang diterimanya. Karena penangguhan sementaranya dicabut pada 4 Oktober periode hukuman Swiatek akan berakhir pada 4 Desember 2024.
Selain itu, Swiatek juga terpaksa kehilangan hadiah uang dari perjalanannya ke semifinal Cincinnati Terbuka lantaran saat turnamen tersebut petenis Polandia itu sedang menjalani tes.
"Saya akui situasi ini sangat memukul saya, karena sepanjang hidup, saya berusaha keras untuk memiliki karier yang dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang," tambah Swiatek.
"Saya merasa situasi ini dapat merusak citra yang telah saya bangun selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya saya harap Anda mengerti bahwa saya tidak memiliki kendali atas situasi ini dan tidak dapat melakukan apa pun untuk mencegah kejadian yang tidak menguntungkan ini."
Swiatek menyebut bahwa tanpa para pendukungnya, dia tidak yakin akan mampu menemukan kekuatan untuk terus berjuang sampai di titik ini.
Di musim 2024 Swiatek mampu meraih gelar Prancis Terbuka, di Doha, Indian Wells, Madrid, dan Roma. Sementara ia juga absen di tur Asia di Korea Open (16-22 September), China Open (25 September-6 Oktober), dan Wuhan Open (7-13 Oktober) lantaran masih menjalani skorsing selama batas waktu pendaftaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









