Dibakar Eks Kekasih, Pelari Olimpiade Uganda Rebecca Chaptegei Meninggal Dunia

AKURAT.CO, Kabar duka datang dari dunia atletik dunia. Ya, atlet lari jarak jauh asal Uganda, Rebecca Chaptegei, meninggal dunia setelah dibakar oleh mantan pasangannya.
The Guardian menulis bahwa Rebecca Chaptegei terlibat pertengkaran dengan mantan pasangannya yang diketahui bernama Dickson Ndiema di Eldoret, Kenya, Minggu (1/9).
Dalam pertengkaran yang diduga karena kepemilikan tanah itu Dickson Ndiema menyiram bensin ke tubuh Rebecca Chaptegei dan membakarnya.
Orang tua Chaptegei mengatakan bahwa putrinya membeli sebidang tanah di Trans-Nzoia yang berada di dekat sejumlah pusat latihan maraton di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pelari Maraton Pemilik Rekor Dunia Kelvin Kiptum Meninggal Dunia karena Kecelakaan
“Mereka terdengar bertengkar di luar rumah mereka. Selama pertengkaran, mantan kekasihnya menuangkan cairan ke si perempuan sebelum membakarnya,” kata Komandan Polisi Trans-Nzoia, Jeremiah Ole Kosiom.
Chaptegei kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Moi Teaching dan Referral di Eldoret sebelum akhirnya meninggal dunia di usia 33 tahun pada Kamis (5/9).
“Kami mendapat kabar sedih meninggalnya salah satu atlet olimpiade kami, Rebecca Chaptegei, setelah serangan keji mantan kekasihnya,” tulis Presiden Komite Olimpiade Uganda, Donald Rukare, melalui akun X-nya.
“Semoga jiwanya yang baik beristirahat dalam damai dan kami mengutuk keras kekerasan terhadap perempuan. Ini adalah tindakan pengecut dan tak berperasaan yang berujung pada hilangnya seorang atlet hebat.”
Baca Juga: Pelari Kenya Agnes Tirop Tewas Ditikam, Polisi Tahan Sang Suami
Adapun eks kekasih Chaptegei pelaku pembakaran dikabarkan juga terkena api dalam insiden tersebut. Ia berada dalam perawatan intensif dengan kondisi yang membaik serta stabil.
Rebecca Chaptegei mewakili Uganda di nomor maraton cabang atletik Olimpiade Paris 2024. Atlet yang berlatih dan tinggal di Kenya itu mengakhiri perlombaan di Paris di posisi ke-44.
Kematian Chaptegei juga menandai tren meningkatnya kekerasan terhadap atlet putri di Kenya. Chaptegei diketahui merupakan atlet putri ketiga yang meninggal dunia karena dibunuh sejak 2021.
Sebelumnya peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Atletik, Agnes Tirop, meninggal karena ditikam pada Oktober 2021. Disusul pembunuhan Damaris Mutua pada April 2022.
BBC menyebut bahwa survei nasional Kenya pada 2022 menunjukkan setidaknya 34 persen perempuan mengalami kekerasan fisik di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









