AKURAT.CO Cabang angkat besi Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan merebut medali emas pertama di Olimpiade Paris 2024.
Rizki Juniansyah mengukir sejarah usai keluar sebagai yang terbaik di kelas 73 kilogram putra dengan mencatatkan total angkatan 354 kilogram (snatch 155 kilogram dan clean and jerk 199 kilogram).
Ini adalah medali emas pertama yang berhasil disumbangkan lifter-lifter nasional pada ajang Olimpiade.
Sebelumnya, cabor angkat besi hanya mampu meraih medali perak dan perunggu.
Selain itu, hasil ini juga mampu melanjutkan tradisi medali bagi tim angkat besi Indonesia di setiap keikutsertaan mereka di ajang Olimpiade.
"Ini merupakan sejarah. Karena buat angkat besi memang setiap Olimpiade kami selalu ada tradisi medali, perak dan perunggu," kata Ketua Umum PB PABSI, Roslan Roeslani, di Rumah Garuda, Paris, dikutip Minggu (11/8/2024).
"Ini adalah medali emas pertama kali buat angkat besi (di Olimpiade). Kita harapkan tentunya ini bisa terjaga ke depannya."
Rosan optimistis prestasi yang diraih oleh lifter berusia 21 tahun itu bisa diikuti oleh rekan-rekannya yang lain.
Apalagi, PB PABSI juga masih memiliki amunisi atlet yang sekelas Rizki pada pelatnas mereka.
"Terlepas dari (atlet) junior, jalan Rizki maskh panjang, dan kita juga punya banyak atlet yang sekelas Rizki juga di dalam pelatnas," jelas Roslan.
"Insya Allah, ke depannya mereka juga bisa memberikan kontribusi yang positif untuk Tanah Air dan Merah Putih yang kita banggakan."
Sepanjang keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, tim angkat besi total mampu menyumbangkan 16 medali dengan rincian satu emas, tujuh perak dan delapan perunggu.
Medali pertama tim angkat besi Indonesia tercipta pada Olimpiade Sydney 2000 yang saat itu diraih Raema Lisa Rumbewas dengan medali perak di kelas 48 kilogram putri, Sri Indriyani medali perunggu di kelas 48 kilogram putri dan Winarni Binti Slamet dengan perunggu di kelas 53 kilogram putri.