Akurat

Persani Kantongi Bibit-bibit Atlet Potensial dari 3rd Gymnastics Indonesia Open 2024

Leo Farhan | 15 Juli 2024, 15:57 WIB
Persani Kantongi Bibit-bibit Atlet Potensial dari 3rd Gymnastics Indonesia Open 2024
 
 
AKURAT.CO, Kejuaraan 3rd Gymnastics Indonesia Open 2024 resmi berakhir. Disiplin parkour menjadi disiplin yang terakhir dipertandingkan yang di lapangan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Minggu (14/7).
 
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani/Gymnastics Indonesia) Ita Yuliati, mengaki sangat puas dengan kejuaraan tahun ini.
 
Menurutnya banyak peserta potensial yang hadir dalam kejuaraan yang berlangsung sejak 4-14 Juli dan diikuti oleh kurang lebih dari 1.106 peserta itu. Selain disiplin parkour, ada empat disiplin lain yang dipertandingkan yakni artistik, ritmik, aerobik, dan trampoline.
 
 
Walau menyebut banyak catatan dari setiap disiplin yang dilombakan, Ita mengatakan bahwa bibit-bibit potensial sudah terlihat. Salah satunya dari disiplin artistik yang sudah tiga tahun terakhir ini dipertandingkan.
 
"Kami melihat bibit-bibit muda itu yang salah satunya artistik, yang sudah tiga tahun terakhir ini mengikuti (kejuaraan) setiap tahunnya dan kami melihat catatannya, dua tahun lalu ikut, sekarang ikut lagi dan peningkatannya signifikan," kata Ita di Kemenpora, Jakarta, Minggu (14/7).
 
"Jadi kami melihat dengan adanya tim talent scouting, perkembangannya cukup baik. Begitu juga di aerobik, sayang dua kali SEA Games tidak diikutsertakan."
 
Selain itu PB Persani saat ini juga tengah menyiapkan bibit- ibit baru dalam disiplin ritmik. Disiplin ini punya antusiasme dan perkembangannya dinilai sangat baik.
 
Sedangkan untuk disiplin trampoline, walau merupakan disiplin baru, namun ternyata sudah banyak peminatnya walau baru masuk tahap awal. PB Persani berharap disiplin ini bisa dikembangkan ke semua provinsi karena trampoline merupakan disiplin yang dipertandingkan di Olimpiade.
 
Terlebih saat ini persaingan pada disiplin trampoline masih cukup rendah dibandingkan dengan disiplin artistik dan ritmik. Disiplin dari gymnastics yang dipertandingkan di Olimpiade adalah artistik, ritmik, dan trampoline.
 
Sedangkan untuk parkour, Ita menyatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi para atlet mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional. Ia melakukannya karena merasa disiplin tersebut memiliki potensi untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang-ajang bergengsi.
 
 
"Untuk disiplin parkour karena komunitasnya sudah terbentuk cukup lama, maka tidak terlalu sulit dalam mengembangkannya," jelas Ita.
 
"Gymnastics Indonesia dalam hal parkour, akan menjadi fasilitator untuk para atlet yang berkeinginan meniti karier menjadi atlet elite nasional yang akan berkompetisi di event-event internasional."
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memberikan apresiasi atas digelarnya 3rd Gymnastics Indonesia Open 2024. Ia menilai turnamen tersebut bisa menjadi wadah untuk mencari atlet-atlet senam yang berkualitas.
 
"Hari ini Gymnastics Indonesia sudah betul-betul memberikan pencapaian yang luar biasa dengan melakukan lima disiplin," kata pria yang karib disapa Okto itu.
 
"Kegiatan gabungan ini bisa menjaring lebih banyak atlet. Seperti yang saya sampaikan, mencari bibit itu tantangan yang sulit, tapi lebih sulit lagi mempertahankan bibit itu bahkan bisa sampai lolos ke olimpiade-olimpiade berikutnya."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H