AKURAT.CO, Pertarungan antara Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol akhirnya bisa tersaji untuk menentukan siapa juara dunia kelas berat ringan tak terbantahkan. Laga ini digelar pada 1 Juni mendatang di Arab Saudi.
Pertarungan tersebut juga banyak dianggap oleh para penggemar sebagai pertarungan tinju terbaik, yang telah dinantikan selama beberapa tahun belakangan.
Sebelumnya, negosiasi pertarungan ini selalu menemui titik buntu lantaran kedua petarung menginginkan bayaran yang cukup besar untuk laga yang menentukan dalam karier mereka tersebut.
Baca Juga: Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol Kabarnya sudah Disepakati, Tinggal Tunggu Pemodal Arab SaudiNamun, dengan dukungan Turki Alalshikh (Ketua GEA Saudi yang kerap mengadakan acara besar di Riyadh), kesepakatan antara kedua petinju akhirnya terpenuhi.
"Pertarungan terbaik dalam tinju," kata seorang penggemar seperti dikutip laman
Talksport, Selasa (16/4).
"Dua petarung brilian yang akan memperebutkan gelar juara kelas berat ringan terbaik di zamannya. Saya sudaj Tidak sabar."
Para penggemar sangat ingin melihat pertarungan antara Bivol vs Beterbiev sejak 2017-2018. Permintaan atas laga tersebut meningkat secara signifikan lantaran kedua petinju muncul sebagai dua petinju teratas di kelas berat ringan pada tahun 2022.
Baca Juga: Saul Alvarez Ingin Balas Dendam, Bivol-Beterbiev Harus MenungguBaru-baru ini kedua petinju itu juga berhasil mempertahankan mahkota mereka melawan pesaing-pesaing utamanya dari Inggris.
Beterbiev berhasil menundukkan Anthony Yarde dan Callum Smith, sedangkan Bivol mampu menghentikan perlawanan Lyndon Arthur.
Beterbiev sendiri pertamakali menjadi juara dunia ketika dia mengalahkan Enrico Kolling untuk merebut mahkota IBF pada tahun 2018 silam.
Sementara Bivol memegang sabuk "reguler" WBA selama beberapa tahun terakhir, sebelum
meng-upgrade-nya menjadi juara dunia kelas berat ringan WBA pada tahun 2019.
Di tahun 2022, Bivol juga berhasil memenangi penghargaan Fighter of the Year saat berhasil mempertahankan gelar WBA melawan Canelo Alvarez. Sekaligus memberikan petinju Meksiko itu kekalahan kedua dalam karier legendarisnya.