Akurat

Mau Nikah? Ini Tips Memilih Pasangan, Salah Satunya Masih Perawan?

| 22 Februari 2023, 12:48 WIB
Mau Nikah? Ini Tips Memilih Pasangan, Salah Satunya Masih Perawan?

AKURAT.CO, Menikah merupakan salah satu syariat di dalam Islam. Salah satu syarat dari pernikahan adalah adanya pasangan. Karena jika pasangan tidak ada, maka pernikahan tidak bisa dilakukan.

Memilih pasangan merupakan hal yang sangat krusial, karena jika salah pilih, pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan akan berubah menjadi kesengsaraan.

Rasulullah pun telah mewanti-wanti umatnya yang laki-laki untuk memilih wanita yang akan dinikahi karena empat hal, yaitu hartanya, kedudukannya, parasnya, dan agamanya. Walaupun dalam hadis tersebut wanita yang dijadikan objek pilihan, namun hadis ini berlaku untuk semuanya baik laki-laki maupun perempuan ketika memilih pasangannya.

Berikut ini bunyi dari hadis tersebut:

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR Muslim)

Lebih lanjut lagi, Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin pada bab-bab pernikahan memberikan beberapa tips untuk mencari calon pendamping hidup. Dalam kitabnya tersebut Imam Ghazali menyebutkan ketika memilih calon istri harus memerhatikan delapan kriteria.

Tips atau kriteria memilih pasangan menurut Imam Ghazali?

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (22/02/23), berikut ini tips-tips atau kriteria dalam memilih pasangan menurut Imam Ghazali:

1. Agama

Agama menjadi poin penting untuk memilih pasangan. Karena dengan memilih istri yang paham tentang agama kelak kehidupan rumah tangga akan indah dan bahagia. Hal ini senada dengan hadis Nabi riwayat Muslim yang telah disebutkan di atas.

Selain itu, dalam hadis Nabi yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, Nabi memerintahkan untuk menceraikan istri yang bersentuhan dengan bukan mahramnya:

 "Ya Rasulullah, saya memiliki wanita yang tidak menolak tangan orang yang menyentuh." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya, "ceraikan dia" (HR. An Nasa'i).

2. Akhlak

Ketika seorang istri memiliki perilaku buruk, ia akan lebih banyak mendatangkan kemudharatan daripada manfaat. Karena wanita yang tidak memiliki akhlak yang baik, ia tidak akan bisa menempatkan diri menjadi istri yang salihah pula. Hal ini berkaitan juga dengan memilih pasangan yang paham akan agama. Karena jika seseorang mengerti agama, akhlaknya pun akan menjadi baik. Dikutip dari pecihitam.org, sebagaimana nasihat Nabi Ilyas kepada Azdi:

“Jangan menikahi empat jenis wanita, pertama, seorang wanita yang selalu mencari pakaian tanpa alasan, kedua, seorang wanita yang membanggakan tentang kesejahteraan dan kekayaannya kepada wanita lain, ketiga, seorang wanita pendosa dan tidak suci (pezina), dan memiliki teman rahasia (Allah berkata tentang wanita seperti ini, ‘jangan menikahi wanita seperti itu yang memiliki teman rahasia’), dan keempat, seorang wanita yang meninggikan harga dirinya terhadap suaminya dengan kata-kata angkuh.”

3. Parasnya

Rasulullah SAW memerbolehkan untuk menikahinya karena melihat kecantikannya. Karena parasnya yang indah dan kondisi fisiknya yang menarik menjadi salah satu faktor dari keharmonisan rumah tangga. Oleh sebab itu, mempertimbangkan parasnya sejalan dengan tujuan pernikahan, yaitu ketentraman hati.

Maka dari itu, dalam Islam dikenal dengan namanya Nazhar atau melihat wanita yang akan dilamar.

“Lihatlah ia, sebab itu lebih patut untuk melanggengkan di antara kalian berdua.” (HR Tirmidzi)

4. Mahar

Pilihlah pasangan yang tidak memberatkan lelakinya. Oleh sebab itu, carilah wanita yang tidak akan memberatkan kalian untuk memberikan mahar ketika menikahinya. Menikahi wanita yang memberatkan maharnya dapat mengurangi keberkahan dari pernikahan. Hal ini senada dengan hadis Nabi yang diriwayatkan dari Aisyah:

“Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling mudah maharnya” dan sabdanya pula “perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan dalam urusan perkawinannya serta baik akhlaknya sedangkan perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, sulit perkawinannya dan buruk akhlaknya.” (HR Ahmad)

5. Subur

Tujuan dari pernikahan adalah untuk mempunyai keturunan. Oleh sebab itu, nikahilah pasangan yang memiliki kesuburan yang baik atau tidak mandul. Hal tersebut sesuai dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

“Menikahlah kalian (dengan wanita) yang penyayang dan subur, karena saya termasuk Nabi yang banyak pengikutnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

6. Perawan

Menikahi wanita yang perawan memiliki tiga manfaat yang bisa menjadi faktor keharmonisan rumah tangga. Tiga manfaat tersebut antara lain, ia akan mencintai suaminya, cinta suami kepada istri menjadi sempurna, dan tidak ada alasan untuk istri mengenang atau mengingat kembali suami sebelumnya.

Anjuran untuk menikahi perawan disebutkan dalam sebuah hadis Nabi:

“Menikahlah kalian (dengan wanita) yang penyayang dan subur, karena saya termasuk Nabi yang banyak pengikutnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

7. Keluarganya

Nikahilah wanita yang berasal dari keluarga yang baik. Karena lingkungan keluarga menjadi tempat mendidik anak yang pertama kali. Jika ia berasal dari keluarga yang baik, niscaya wanita tersebut juga akan baik.

8. Bukan kerabat dekat

Nikahilah wanita yang bukan kerabat dekatmu, karena hal tersebut akan berdampak pada gairah seksual dan keturunan yang dihasilkan.

Anjuran Imam Ghazali untuk tidak menikahi kerabat dekat sesuai dengan pendapat dari Imam Syafi’i yang dikutip oleh Al-Khatib as-Syirbini dalam kitab Mugnil Muhtaj:

“Sungguh Imam As-Syafi'i menyatakan secara terang-terangan bahwa bagi calon suami disunahkan tidak menikahi kerabat(dekat)nya."

Wallahu ‘alam.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.