Akurat

Amalan Ayat Seribu Dinar: Hadis Pendukung dan Waktu yang Tepat Membacanya

Eko Krisyanto | 11 Juli 2025, 09:24 WIB
Amalan Ayat Seribu Dinar: Hadis Pendukung dan Waktu yang Tepat Membacanya

AKURAT.CO Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, banyak umat Muslim mencari amalan yang mampu membawa ketenangan, kelapangan rezeki dan perlindungan dari kesulitan. Salah satu amalan yang rutin dilakukan adalah membaca Ayat Seribu Dinar.

Ayat Seribu Dinar merupakan potongan ayat dalam Surah At-Talaq yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa, terutama dalam urusan rezeki dan perlindungan hidup.

Lantas, apa itu Ayat Seribu Dinar beserta keutamaannya.

Ayat Seribu Dinar adalah sebutan populer di kalangan umat Islam untuk dua ayat terakhir dari Surah At-Talaq.

Disebut demikian karena diyakini bahwa seseorang yang mengamalkannya secara rutin, dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT, akan diberikan rezeki sebanyak seribu dinar, bahkan lebih.

Dinar sendiri adalah satuan mata uang emas pada masa Rasulullah SAW, yang nilainya sangat tinggi menunjukkan bahwa keberkahan rezeki yang dijanjikan dalam ayat ini bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga ketenangan dan kecukupan hidup.

Baca Juga: Ayat Seribu Dinar Lengkap Arab, Arti Dan Cara Mudah Mengamalkannya, Dibaca Agar Banjir Rezeki

Hadis Pendukung dan Landasan Syariat

Meskipun istilah Ayat Seribu Dinar tidak disebutkan langsung dalam hadis, kandungan ayat ini sangat sejalan dengan berbagai hadis sahih yang menekankan tawakal (berserah diri kepada Allah SWT) dan takwa sebagai kunci datangnya rezeki dan pertolongan.

Rasulullah SAW bersabda:

Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung: pagi hari ia keluar dalam keadaan lapar dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang. (HR. Tirmidzi Nomor 2344, dinilai hasan oleh al-Albani)

Hadis ini memperkuat makna dari ayat yang akan dibahas bahwa siapa pun yang bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT akan mendapatkan kecukupan. Bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka.

Baca Juga: 5 Keutamaan Ayat Seribu Dinar Lengkap Dengan Bacaannya! Rezeki Berlimpah Bagi Umat Muslim Yang Sering Baca

Bacaan Ayat Seribu Dinar

Berikut bacaan Ayat Seribu Dinar yang dimaksud, yakni Surah At-Talaq ayat 2 bagian akhir hingga ayat 3:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍۢ قَدْرًۭا

Artinya: Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Baca Juga: Amalkan Ayat Seribu Dinar, Salah Satu Doa Pembuka Rezeki

Waktu Tepat untuk Membaca

Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan secara syar'i untuk membaca Ayat Seribu Dinar, namun banyak ulama menganjurkan untuk membacanya di antara waktu berikut:

1. Setelah salat fardhu, khususnya Subuh dan Maghrib.
2. Setiap malam sebelum tidur.
3. Saat memulai usaha atau perjalanan penting.
4. Ketika mengalami kesulitan rezeki atau berada dalam tekanan hidup.

Amalan yang lahir dari ayat-ayat Al-Qur'an tentu tidak bisa dipisahkan dari keyakinan dan keikhlasan dalam menjalaninya.

Ayat Seribu Dinar bukanlah jimat atau mantra, melainkan pengingat betapa besar keutamaan takwa dan tawakal dalam kehidupan seorang Muslim.

Semakin kuat keimanan, semakin besar pula efek yang dirasakan.

Jadi, mulailah menjadikan Ayat Seribu Dinar sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian, bukan hanya untuk urusan dunia, tetapi juga sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT yang Maha Memberi Rezeki.

Baca Juga: Banyak Muslim Belum Tahu, Ini Ayat Seribu Dinar untuk Kelancaran Rezeki

Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK