VIRAL Kronologi Siswa SD Kelas 2 di Riau Meninggal Dunia, Diduga Korban Bullying Kakak Kelasnya!

AKURAT.CO Viral kronologi siswa SD kelas 2 di Riau dikabarkan meninggal dunia, diduga akibat menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya.
Kasus meninggalnya KB (8), siswa SD kelas 2 di Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, diduga terjadi dalam kondisi yang tidak wajar.
Orang tua KB juga menempuh jalur hukum dengan melaporkan sejumlah teman sebayanya yang sebelumnya terlibat pertengkaran dan diduga melakukan kekerasan terhadap korban.
KB diduga meninggal dunia akibat tindakan perundungan yang dilakukan oleh lima siswa yang merupakan kakak kelasnya.
Aksi bullying siswa SD itu disebut dapat terjadi karena adanya perbedaan suku dan keyakinan yang dimiliki oleh korban.
Gimson Beni Butarbutar (38), ayah kandung KB, menjelaskan kronologi anaknya diduga sebagai korban bullying sebelum meninggal dunia.
Berawal dari KB pernah pulang lebih awal dari sekolah dengan mengendarai sepeda. Hal itu terjadi karena ban sepedanya diketahui dikempeskan oleh kakak kelasnya.
Baca Juga: Menkes Soal Viral Pernikahan Dini: Kemungkinan Bayi Lahir Stunting Tinggi
Keesokan harinya, KB kembali pulang lebih cepat dari biasanya. Ketika ditanya alasannya, KB tidak jujur dan mengatakan bahwa ia pulang karena ada acara sekolah.
Gimson kemudian mengonfirmasi ke istrinya, yang menjelaskan bahwa KB sebenarnya pulang lebih awal karena sakit dan sudah izin sebelumnya.
Pada malam harinya, KB mengalami demam tinggi disertai nyeri di pinggang dan pembengkakan di bagian bawah perut.
Gimson akhirnha mencari tahu dan bertanya kepada teman KB bernama Rio, yang mengungkap bahwa KB telah dipukuli oleh lima kakak kelasnya.
Gimson kemudian melaporkan kejadian tersebut ke wali kelas, yang awalnya berjanji akan memanggil orang tua para pelaku pada 22 Mei 2025.
Tak ada kabar dari wali kelas, Gimson mendatangi kepala sekolah pada 23 Mei 2025 dan meminta agar dipertemukan dengan salah satu pelaku yang berinisial DR.
Saat bertemu, DR membantah telah memukul KB secara langsung. Ia mengaku hanya menumbuk dari belakang.
DR menyebut bahwa pemukulan di bagian perut dilakukan oleh pelaku lain berinisial HM.
Baca Juga: Viral Video Jemaah Haji Terlantar Ngadu ke KDM, Ini Keterangan Petugas Haji
Ketika Gimson mendatangi orang tua HM, mereka tidak menerima tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pelaku sebenarnya bukan hanya HM, tapi ada siswa lain.
Beberapa hari setelah kejadian, kondisi KB semakin memburuk. Ia mengalami muntah darah, kejang-kejang, hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (26/5/2025) pukul 02.10 WIB.
Jenazah sempat dibawa ke RSUD Pematang Reba, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Gimson juga mengungkapkan bahwa anaknya sudah sering menjadi korban perundungan yang diduga dipicu oleh perbedaan suku dan agama.
Baca Juga: Google Luncurkan Veo 3, Pembuat Video AI dengan Audio Sinkron yang Viral
"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar Gimson Beni Butarbutar.
Viralnya peristiwa tersebut, media sosial dipenuhi kecaman dari warganet. Banyak yang merasa geram dan tak habis pikir.
Mereka mempertanyakan bagaimana anak-anak SD sudah bisa melakukan perundungan dengan membawa isu sensitif seperti suku dan agama.
Tak sedikit pula yang menyoroti pola asuh orang tua pelaku, bagaimana anak-anak itu bisa sampai melakukan kekerasan fisik terhadap temannya.
Banyak netizen menuntut agar orang tua pelaku turut dimintai pertanggungjawaban dan dikenai sanksi atas tindakan bullying yang berujung pada meninggalnya KB.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu. Pihak kepolisian melakukan proses autopsi terhadap jenazah KB dan masih menunggu hasilnya keluar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









