Akurat

Trending Topic di X! Ketahui Makna dan Arti Istilah Asian Value

Shalli Syartiqa | 7 Juni 2024, 11:57 WIB
Trending Topic di X! Ketahui Makna dan Arti Istilah Asian Value

AKURAT.CO Istilah Asian Value sedang menjadi perbincangan hangat warganet hingga trending topic di X karena podcast Total Politik yang mengundang komedian Pandji Pragiwaksono.

Dalam podcast tersebut, sempat membahas tentang dinamika dinasti politik yang dikaitkan dengan Asian Value diyakini semakin kuat di Indonesia.

Di tengah pembahasan, Pandji mengajukan pertanyaan tentang dinasti politik kepada dua pembawa acara, yaitu Arie Putra dan Budi Adiputro.

Kedua host tersebut setuju bahwa dinasti politik merupakan hal yang wajar. Arie menyatakan bahwa pandangannya tentang dinasti politik didasarkan pada Asian Value.

"Gua asian value, human rights," tutur Arie.

Sebab itu, istilah Asian value menjadi sangat populer, terutama di platform media sosial khususnya X.

Lantas, apa itu arti dan makna Asian Value yang sedang ramai dibicarakan?

Arti dan makna Asian Value

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (7/6/2024), Asian Value adalah kumpulan nilai-nilai politik yang dianggap sebagai alternatif terhadap nilai-nilai yang umumnya diadopsi dalam politik Barat.

Baca Juga: Populi Center: Sosok Monica Rasyid Perlu Dipertimbangan Jadi Figur Alternatif di Pilgub Kalteng

Sebaliknya, nilai-nilai politik Barat seperti hak asasi manusia (HAM), demokrasi, dan kapitalisme sering dianggap berbeda.

Nilai-nilai ini berkembang di Asia Timur dan Asia Tenggara dan mencakup disiplin, kerja keras, hemat, pencapaian akademik, penghormatan terhadap otoritas, serta keseimbangan antara kebutuhan individu dan masyarakat.

Asian Value mulai diperkenalkan pada akhir abad ke-20 oleh sejumlah pemimpin negara dan cendekiawan di Asia seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, terutama di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Nilai-nilai Barat yang menekankan individualisme dan legalisme sering dinilai tidak sesuai dengan mayoritas masyarakat di Asia dan dianggap mengancam stabilitas ekonomi dan sosial.

Di kalangan orang Asia, Asian Value sering dikaitkan dengan disiplin, kerja keras, kesederhanaan, pencapaian akademik, keseimbangan antara kebutuhan individu dan masyarakat, serta penghargaan terhadap otoritas.

Namun, dalam beberapa kasus, pencapaian prestasi ekonomi sering dianggap dipertahankan demi kepentingan rezim otoriter yang berkuasa di Asia.

Secara garis besar, Asian Value mencakup beberapa poin penting, yaitu:

1. Pertumbuhan ekonomi yang penting terkait dengan prinsip-prinsip nilai-nilai Asia.

2. Pembangunan ekonomi harus menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk keluar dari kondisi kemiskinan.

3. Hak-hak sipil dan politik harus berada di bawah hak-hak ekonomi dan sosial.

4. Kepentingan warga negara harus dikedepankan daripada hak-hak individu penguasa.

Akhirnya, poin-poin tersebut diwujudkan dalam Deklarasi Bangkok tentang Hak Asasi Manusia (HAM) pada Maret 1993.

Lebih lanjut, Profesor dari Murdoch University, Richard Robison, dalam tulisannya yang berjudul "The Politics of ‘‘Asian Values" menjelaskan bahwa terdapat lima ciri dari Asian Values.

Ciri pertama adalah fokus pada kebersamaan yang tidak hanya terfokus pada negara atau individu, tetapi juga pada keluarga masing-masing. Selanjutnya, ciri kedua adalah kepentingan kelompok atau komunitas lebih diutamakan daripada kepentingan individu.

Ketiga, keputusan politik dicapai melalui konsensus daripada konfrontasi di lembaga-lembaga perwakilan rakyat.

Kemudian, ciri keempat adalah harmoni hidup bersama menjadi prioritas yang ditekankan dan dijaga oleh negara sesuai dengan prinsip-prinsip moral.

Ciri kelima atau terakhir, pembangunan dan pertumbuhan dianggap sebagai hak setiap warga dan negara, yang hanya dapat dicapai melalui harmoni hidup bersama di bawah pemerintahan yang kuat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.