Viral Seleb TikTok Satria Mahathir Ungkap Punya Privilege Saat di Rutan, Kini Terancam Dipenjara Lagi?

AKURAT.CO Seleb TikTok yang dikenal sebagai Satria Mahathir, dengan nama panggilan 'Cogil', beberapa waktu lalu diamankan dan dipenjarakan oleh pihak kepolisian dalam dugaan kasus penganiayaan terhadap anak seorang anggota DPRD Kepri.
Setelah dibebaskan, Satria Mahathir mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan istimewa atau privilege selama masa penahanan di Rutan Polresta Barelang.
Satria Mahathir menyatakan bahwa hak-hak istimewa tersebut berlangsung selama 13 hari penahanannya di Polresta Barelang.
Hal ini diakui olehnya sebagai dampak dari pengaruh orang tuanya yang memiliki latar belakang sebagai mantan pejabat tinggi di kepolisian.
"Soalnya privilege berlaku. Termasuk sosok bapak berpengaruh, mulai dari proses BAP hingga pencabutan berkas itu semua semua penyidik dan anggota memperlakukan kita dengan baik," kata satria di salah satu acara podcast.
Selain itu, Satria juga mengaku bahwa selama masa tahanannya di Polresta Barelang, ia sering kali diberikan rokok sebagai pembelian tambahan.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya dan tiga rekan lainnya mendapatkan sel yang bersifat khusus.
Baca Juga: Kasus Keroyok Anak DPR Berakhir Damai, Satria Cogil Dinyatakan Bebas
Satria juga mengungkapkan bahwa selama di Rutan Polresta Barelang, ia tidak pernah mengonsumsi makanan dari fasilitas tahanan tersebut, melainkan memakan makanan yang dipesan melalui aplikasi ojek online.
Satria juga mengungkapkan bahwa orang tua dari korban di bawah umur yang menjadi korban pengeroyokannya merasa tertekan dan bersedia untuk mencapai kesepakatan damai.
Berbanding terbalik dengan Satria, Nyanyang Harris Pratamura, orang tua dari korban pengeroyokan, menyangkal adanya desakan dari berbagai pihak terkait pencabutan laporan yang diajukannya.
“Saya sangat kecewa dengan apa yang disampaikan Satria Mahathir. Saya murni membantu (cabut laporan polisi) agar anak-anak ini menjadi lebih baik ke depannya,” jelas Nyanyang.
Ia mengajukan permintaan kepada Satria Mahathir untuk memberikan klarifikasi menyeluruh terkait semua pernyataannya di berbagai podcast yang ia hadiri.
Jika tidak ada klarifikasi, Nyanyang menyatakan niatnya untuk mengambil tindakan hukum terkait penyebaran informasi yang dianggap hoaks.
"Saya minta Satria Mahathir untuk klarifikasi. Jika tidak, saya minta dia ditangkap," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









