Akurat Logo

57 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Tutup SPPG di Watubangga Baruga

Siti Nur Azzura | 20 September 2026, 18:54 WIB
57 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Tutup SPPG di Watubangga Baruga
SPPG Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. - ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari, Mulyadi, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG sejak Sabtu (19/9/2026) itu kepada penerima manfaat tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi BGN.

"SPPG Kota Kendari Watubangga Baruga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN," kata Mulyadi, dikutip Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Jalani Perawatan Karena Keracunan MBG, Agnesia dan Febiona Dinyatakan Sehat

Selama penghentian sementara tersebut, SPPG Watubangga diminta tidak memproduksi maupun menyalurkan makanan kepada penerima manfaat MBG, hingga ada keputusan lebih lanjut dari BGN.

Meski demikian, BGN belum menentukan batas waktu penghentian operasional karena masih melakukan evaluasi secara menyeluruh. Saat ini, SPPG Watubangga juga terus memantau kondisi para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan guna memastikan mereka mendapatkan penanganan medis hingga pulih.

Berdasarkan data internal SPPG, sebanyak 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG. Mereka mayoritas merupakan pelajar MTs Al Askar Kendari dan MA Al Askar Kendari.

"SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Mulyadi menambahkan, BGN menanggung biaya pengobatan dan perawatan para pelajar di Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Dewi Sartika, serta Puskesmas Lepo-Lepo.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Terus Terjadi, Anggota DPR Wacanakan Opsi Panja atau Pansus

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lepo-Lepo Baruga, Dewi Sultriana, mengatakan masih terdapat dua pelajar yang menjalani perawatan dari total 28 orang yang sebelumnya dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut.

"Kalau kesehatan mereka sudah membaik dari waktu mereka masuk, hanya keluhannya masih ada yang pusing-pusing," kata Dewi.

Petugas puskesmas akan terus memantau kondisi kesehatan para pelajar, termasuk kondisi psikologis mereka karena rata-rata berusia 12 hingga 15 tahun. Para pelajar tersebut rata-rata berasal dari Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Bombana berdasarkan data pada kartu layanan jaminan sosial mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.