Sejarah dan Cara Kerja Survei Litbang Kompas, Dinobatkan Netizen Paling Kredibel?

AKURAT.CO- Harian Kompas baru saja merilis hasil terbaru dari survei elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bersaing dalam Pilpres 2024.
Survei Litbang Kompas adalah rangkaian survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset dan Pengembangan Kompas.
Litbang Kompas telah lama dikenal sebagai pelopor jajak pendapat publik sejak era 80-an. Mereka telah melakukan survei nasional untuk menjajaki aspirasi munculnya pemimpin nasional pada tahun 2014.
Lingkup survei ini mencakup berbagai topik, termasuk elektabilitas calon presiden dan wakil presiden, serta dinamika politik di Indonesia.
Survei elektabilitas Litbang Kompas selalu dinantikan karena dianggap memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
Menurut General Manager Litbang Kompas, Harianto Santoso, survei yang dilakukan oleh Kompas tunduk pada prinsip ilmu statistik.
Cara kerja Litbang Kompas
Litbang Kompas merekrut 250 tenaga survei yang diberi upah selama masa kerja. Tenaga survei ini merupakan mahasiswa semester IV ke atas dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Sebelum melakukan wawancara, mereka mendapatkan pelatihan komprehensif dari Litbang Kompas.
Setiap tenaga survei bertugas mewawancarai delapan responden. Survei terbaru melibatkan 2.000 responden dari desa-desa yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Dalam satu desa, dipilih secara acak empat responden.
Penentuan jumlah responden per provinsi didasarkan pada jumlah penduduk dan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbaru, serta data potensi desa menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebagai contoh, jika di suatu provinsi terdapat 5 persen dari total DPT, maka Litbang Kompas akan mencari responden sebanyak 5 persen dari total 2.000 responden yang ditetapkan.
Dari tingkat provinsi, pencarian responden dipersempit ke tingkat kabupaten/kota, kelurahan, hingga RT.
Pada tingkat kelurahan, Litbang Kompas memilih acak dua RT, lalu meminta izin untuk mencatat seluruh kartu keluarga (KK) di sana.
Setelah mendapatkan data KK, Litbang Kompas kembali memilih secara acak empat orang dari dua keluarga.
Dari masing-masing keluarga tersebut, dipilih satu laki-laki dan satu perempuan yang berusia 17 tahun ke atas.
Setelah menemui responden, tenaga survei meminta mereka menjawab 150 poin pertanyaan terkait pemilu.
Jenis pertanyaan meliputi pernyataan tertutup, terbuka, semitertutup, dan semiterbuka.
Proses wawancara berlangsung sekitar 30-40 menit. Selanjutnya, responden diminta untuk melakukan simulasi pemungutan suara dan hasilnya dimasukkan ke dalam amplop yang disegel.
Simulasi ini dilakukan karena pertanyaan tentang pilihan calon presiden dan wakil presiden termasuk sensitif.
Dengan adanya simulasi, akurasi jawaban meningkat dibandingkan tanpa simulasi.
Litbang Kompas juga berencana menghubungi responden kembali untuk memastikan bahwa penyurveian dilakukan dengan benar dan menjaga kualitas jawaban.
Seluruh data survei kemudian dikumpulkan dan diolah oleh Litbang Kompas sebelum dipublikasikan.
Di sisi lain, Survei Litbang Kompas pada Desember 2024 menunjukkan bahwa Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menduduki posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 39,3 persen. Sedangkan, yang belum menentukan pilihan sebesar 28,7 persen.
Pasangan Prabowo-Gibran mengungguli pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang meraih 16,7 persen, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 15,3 persen.
Menanggapi hasil survei Litbang Kompas tersebut, tak sedikit warganet X pendukung masing-masing Capres yang saling serang menyuarakan pendapatnya.
"Nih hasil survei Litbang Kompas yang kalian anggap paling kredibel. Masih mau ngeles hasil survei itu pesanan. Masih ada evaluasi dan bebenah, angka 28,7% pemilih yang belum menentukan pilihan itu besar. Mereka perlu dirangkul bukan dipukul" tulis akun X @fayaatika
"Kubu gampang marah atau 03 lebih percaya litbang Kompas tapi ternyata hasilnya mengecewakan hiks. Bakal ada sinetron apalagi yaa, apa litbang Kompas akan dibilang survei abal-abal dan bayaran juga ya? Semua kok dibilang negatif dari MK, Polisi, KPU, Presiden" cuit akun X @Andri_7i
"Litbang Kompas adalah salah satu lembaga survei yang paling independent. Berarti dalam sua bulan ini perlu perjuangan ekstra untuk menang satu putaran. Prabowo-Gibran bisa!" tulis akun X @azwarsiregar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








