Jokowi Disebut Mahaguru Perpolitikan Indonesia, Netizen: Bu Mega Salah Sepelekan Tukang Kayu dari Solo Ini

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo sedang menjadi perbicangan netizen setelah Prabowo-Gibran memimpin hasil quick count Pilpres 2024 ini. Diketahui paslon urut 2 itu berhasil unggul dengan suara hampir 58.52% di Litbang Kompas pada pukul 16.36 WIB.
Banyak yang berspekulasi bahwa keberhasilan Prabowo-Gibran tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Presiden Joko Widodo. Meskipun pada awalnya sosok ini dianggap sebelah mata oleh beberapa orang, nyatanya ia memiliki pencapaian yang sangat signifikan dalam konteks Pemilu 2024 ini.
Pernyataan tersebut juga diungkap oleh akun X The Reds Indonesia @The_RedsIndo, di mana mereka mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo patut mendapat julukan sebagai Mahaguru Politik Indonesia.
Baca Juga: Luhut Ditunjuk Jokowi Jadi Ketua Pengarah Pengembangan Gim Nasional, Warganet: Luhut Lagi Luhut Lagi
Hal ini tidak hanya diberikan begitu saja, melainkan juga dilihat dari rekam jejak keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam setiap pelaksanaan pemilu di Indonesia.
"5x ikut pemilu di era Reformasi. 2x Walikota, 1, Gubernur, 2x Presiden. Menang semua," kata @The Reds Indonesia yang dikutip pada Kamis (15/2/2024).
Bukan hanya itu, akun tersebut juga mengungkapkan bahwa Jokowi berhasil memasukkan rival politiknya ke dalam kabinet saat ia menjabat sebagai presiden dalam periode kedua. Hal ini tentu saja merupakan kejutan yang tak terduga bagi sebagian orang.
"Jadi presiden periode kedua, ngerangkul rivalnya masuk kabinet dan menjadikan kekuatan oposisi hampir tak ada artinya," sambungnya.
Selain itu, Jokowi juga turut berperan besar dalam pencalonan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, seperti yang diungkapkan oleh akun tersebut. Bahkan, Prabowo-Gibran berhasil meraih quick count tertinggi dan kemungkinan akan menang dalam Pilpres 2024 ini.
"Ngacak-acak konstitusi buat nyalonin anaknya dan bener lolos. Dan kini di ambang kemenangan satu putaran," sambungnya.
Dalam akhir cuitannya, akun tersebut menyatakan bahwa tak seorang pun pernah menyangka bahwa kemampuan Jokowi dapat mencapai tingkat yang sejauh ini.
"Please welcome, Ir. H. Joko Widodo. You will never can deny his political ability," pungkasnya.
Tentu saja, cuitan tersebut mendapatkan respon dari berbagai netizen. Mereka mengatakan bahwa kemampuan Jokowi memang tidak ada duanya meskipun sering diremehkan oleh banyak pihak yang tidak suka dengannya.
100% win rate, meski di balik layar sekalipun," komentar akun @ndry***.
"Harus diakui, Bu Mega salah menyepelekan si tukang kayu dari Solo ini. Nggak bisa diremehin ni orang. Standing ovation," tulis akun @rang***.
"Dikatain planga plongo tapi jagoan main catur politik. PDIP tak berdaya diujung telunjuk Jokowi," kata akun @Vian***.
"Gak bisa dipungkiri sih gaya politik jokowi ini epic," ujar akun @izoe***.
"Suka gak suka, beliau ini win rate nya 100% sejak jadi walikota, bahkan jadi mastermind pun masih juga menang," tutur akun @Irdh***.
Baca Juga: Jokowi Soal Hasil Quick Count Pemilu 2024: Ojo Kesusu, Sabar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








