Akurat

7 Fakta Unik Kapal Pinisi, Jadi Google Doodle Hari Ini yang Penuh Catatan Sejarah!

Iim Halimatus Sadiyah | 7 Desember 2023, 16:42 WIB
7 Fakta Unik Kapal Pinisi, Jadi Google Doodle Hari Ini yang Penuh Catatan Sejarah!

AKURAT.CO Kapal Pinisi merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO, hingga dijadikan Google Doodle karena sangat bersejarah.

Kapal Pinisi tersebut berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar, yang diketahui sebagai pelaut asli Nusantara yang terkenal kuat.

Karena itu, Kapal Pinisi yang digunakan bukan sembarangan kapal karena kapal tersebut dikenal kuat dan menarik.

Namun, masyarakat harus tahu bahwa Pinisi bukanlah nama sebuah kapal, melainkan lebih mirip dengan layar, tiang, dan segala sesuatu yang digabungkan di lambung kapal.

Baca Juga: Mengenal Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan, Warisan Budaya Dunia yang Dijadikan Google Doodle Hari Ini

Mengutip berbagai sumber, Kamis (7/12/2023), berikut ini sejumlah fakta unik Kapal Pinisi hingga bisa dijadikan Google Doodle pada hari ini.

Fakta Unik Kapal Pinisi

1. Kapal hasil mahakarya Suku Bugis

Suku Konjo yang tinggal di Kabupaten Bulukumba, pertama kali membuat Kapal Pinisi di Sulawesi Selatan pada abad ke-19 dan masih dibuat hingga hari ini.

Kapal Pinisi digunakan oleh suku Konjo untuk berpergian dan memancing. Kapal-kapal tradisional ini memiliki lambung khusus yang disebut palari, yang dapat menampung kargo besar.

2. Proses ritual pembuatan kapal

Dalam proses pembuatan Kapal Pinisi ternyata ada ritual khusus yang harus dilakukan. Untuk membuat Kapal Pinisi, kayu jati dan mahoni harus dikumpulkan pada tanggal lima dan tujuh setiap bulan. 

Hal tersebut dilakukan sebagai tanda bahwa rezeki akan datang dengan mudah. Sebelum penebangan pohon, doa khusus dibaca dan ayam disembelih sebagai tanda penyerahan diri kepada Tuhan.

3. Terdapat makna untuk bagian kapal

Baca Juga: Hannover Messe 2023: Presiden RI Dan Kanselir Jerman Resmikan Paviliun Indonesia Bertema Kapal Pinisi

Ternyata setiap bagian Kapal Pinisi memiliki maknanya sendiri. Dua tiang utama Kapal Pinisi mewakili dua kalimat syahadat Islam, dan tujuh tiang lainnya mewakili surat Al-Fatihah. Simbol tersebut mewakili harapan penumpangnya untuk melewati samudra.

4. Pembuatan Kapal Pinisi tidak pakai paku

Selain itu, pembuatan Kapal Pinisi berbeda dari yang lain karena pembuatan kapal dimulai dengan pembuatan kerangka, yaitu badan kapal dibuat terlebih dahulu.

Badan Kapal Pinisi juga unik karena menggunakan kayu pembuat kapal tanpa menggunakan perekat seperti lem atau paku khusus kayu.

5. Menjadi warisan budaya UNESCO

UNESCO telah menetapkan Kapal Pinisi sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia. Tahun 2017 lalu, kapal pinisi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia.

6. Asal usul namanya yang unik

Raja mereka memberikan nama Pinisi untuk menghormati penemuan pelaut, dari kata "picuru" yang berarti "teladan yang baik" dan "binisi" yang berarti "ikan kecil dan lincah." Oleh sebab itu para pelaut Suku Bugis menamakan kapal mereka dengan sebutan Pinisi.

7. Digunakan sejak abad ke-14

Kapal Pinisi telah dibuat sejak ribuan tahun lalu, seperti yang ditunjukkan dalam naskah lontar La Galigo dari abad ke-14.

Putra Mahkota Kerjaan Luwu, Pangeran Sawerigading, adalah orang yang pertama kali membuat kapal pinisi. Putri We Cudai dibawa ke Tiongkok dengan kapal ini.

Kapal pinisi Putra Mahkota pecah oleh ombak setelah kembali ke Luwu. Orang-orang di desa Ara, Tanah Beru, dan Lemo-Lemo percaya bahwa bagian kapal terdampar di sana.

Maka dari itu, warga di tiga desa tersebut mengumpulkan bagian-bagian kapal itu dan membuatnya kembali hingga membentuk kapal.

Itulah sejumlah fakta menarik mengenai Kapal Pinisi yang sudah diakui oleh UNESCO dan sejarahnya dijadikan Google Doodle.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.