Akurat

Bukan Lulusan Sekolah Masak, Ternyata Chef Juna Dulunya Kuliah Perminyakan Hingga Pilot

Deni Muhtarudin | 29 November 2023, 14:18 WIB
Bukan Lulusan Sekolah Masak, Ternyata Chef Juna Dulunya Kuliah Perminyakan Hingga Pilot

AKURAT.CO Nama Chef Juna digeruduk netizen usai MasterChef Indonesia season 11 mendapat kontroversi karena dinilai pilih kasih dalam menentukan juara. Chef Juna merupakan salah satu dari tiga juri MasterChef Indonesia, dua juri lainnya adalah Renatta Moeloek dan Arnold Poernomo. 

Kini ketiga juri itu menjadi perbincangan netizen. Banyak yang memertanyakan kompetensi juri MasterChef Indonesia itu, tak terkecuali mengenai latar belakang pendidikan masing-masing juri terutama Chef Juna.

Baca Juga: 7 Potret Gagah Chef Juna Naik Motor Gede

Lalu seperti apa latar belakang pendidikan Chef Juna? Benarkah pria yang memiliki nama asli Junior John Rorimpandey itu bukan lulusan dari sekolah masak? Berikut ulasannya.

Jejak pendidikan Chef Juna

Pria kelahiran 20 Juli 1975 ini mengawali pendidikan di Sekolah Dasar Cipta Dharma Denpasar, kemudian melanjutkan ke jenjang menengah pertama di SMP Cipta Dharma Denpasar.

Setelah lulus SMP, Chef Juna melanjutkan pendidikan di sekolah negeri di SMAN 3 Denpasar, kemudian meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah dengan mengambil jurusan perminyakan di Universitas Trisakti. 

Di Trisakti, Chef Juna tidak melanjutkan kuliahnya karena dirinya terlalu nakal. Ia merasakan menjadi mahasiswa Trisakti hanya selama 3,5 tahun. Chef Juna mengaku bahwa ia menjalani kehidupan yang sangat keras. Ia pernah diculik, disiksa, bahkan hampir ditembak.

Namun setelah merasakan masa-masa kelam dalam hidupnya, Chef Juna memiliki tekad untuk merubah kehidupannya ke arah yang lebih baik lagi. Setelah gagal di Universitas Trisakti, Chef Juna pun memutuskan pindah ke Brownsville, Texas, AS pada 1997.

Di AS, Chef Juna memilih sekolah penerbangan dan berhasil mendapatkan lisensi pilot. Kemudian ia melanjutkan mengambil lisensi komersial. Namun karena sekolah penerbangannya bangkrut, Chef Juna pun harus pindah ke Houston guna melanjutkan pelatihannya.

Perjalanan Chef Juna menggeluti dunia masak dimulai ketika 1998 saat krisis moneter di Indonesia. Saat itu orang tua Chef Juna merasakan juga dampak dari krisis moneter sehingga menyebabkan keluarganya mengalami kesulitan ekonomi.

Hal itu membuat Chef Juna harus berjuang sendiri untuk membiayai hidupnya di AS. Akhirnya, dia mencoba mencari pekerjaan apa pun demi menyambung hidupnya. Tak disangka, ia diterima bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran tradisional Jepang.

Setelah beberapa lama bekerja di restoran itu, master sushi di tempatnya bekerja pun menawari Chef Juna menjadi muridnya. Tak berpikir panjang, Chef Juna menerima tawaran itu dan dilatih dengan cara yang keras.

Tak disangka, kemampuan Chef Juna dalam memasak ternyata mendapat apresiasi dari pemilik restoran sehingga Chef Juna dipromosikan untuk mendapat Permanent Resident. Dari sinilah karir Chef Juna sebagai koki dimulai. 

Tak hanya sekedar menjadi juru masak biasa, dalam perjalanan karirnya sebagai koki, Chef Juna pernah menjadi head chef, dan executive chef di restoran-restoran ternama seperti di Uptown Sushi di Houston, dan Jack Rabbit di Jakarta. 

Meski bukan lulusan sekolah masak, kemampuan dan pengalaman Chef Juna dalam dunia perkokian pun berhasil membawanya menjadi juri MasterChef Indonesia pada 2011. Setelah terpilih menjadi juri MasterChef Indonesia, Chef Juna memutuskan untuk berhenti dari jabatannya sebagai Executive Chef di restoran Jack Rabbit.

Sebelumnya, hasil grand final MasterChef Indonesia pada Minggu (26/11/2023) memutuskan Belinda sebagai juara 1, mengalahkan Kiki sebagai pesaingnya. Namun keputusan itu dinilai netizen tak adil karena Kiki dirasa lebih pantas menjadi pemenang, melihat kemampuan dan komentar-komentar positif juri.

Baca Juga: Pemenangan MasterChef Indonesia Penuh Kontroversi, Berikut Perintah Menjadi Juri Yang Adil Dalam Islam

Keluarnya Belinda sebagai pemenang pun membuat netizen berspekulasi bahwa MasterChef Indonesia selalu memilih kontestan berdarah Tionghoa untuk menjadi pemenang. Hal itu juga disinyalir didukung dengan bukti bahwa pemenang MasterChef Indonesia sebelum-sebelumnya rata-rata adalah keturunan Tionghoa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.