Akurat

Daftar Tingkatan Persentase Pengembalian Xylobands Gelang LED Coldplay, Indonesia Di Urutan Paling Rendah

Shalli Syartiqa | 22 November 2023, 18:42 WIB
Daftar Tingkatan Persentase Pengembalian Xylobands Gelang LED Coldplay, Indonesia Di Urutan Paling Rendah

AKURAT.CO- Penampilan konser Coldplay semakin memukau dengan sentuhan istimewa dari Xyloband atau gelang LED yang bercahaya seiring irama lagu.

Penting untuk dicatat bahwa gelang LED konser Coldplay ini hanya dipinjamkan kepada penonton konser dan harus dikembalikan setelah acara berakhir.

Persentase pengembalian gelang Coldplay di beberapa negara telah diumumkan, dan saat ini sorotan tertuju pada Jakarta setelah konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (15/11/2023).

Berita terbaru mencatat bahwa tingkat pengembalian Xyloband konser Coldplay di Jakarta hanya mencapai 52 persen.

Namun, hal ini disangkal oleh Image Dynamics, yang merupakan konsultan humas dari promotor konser "Music of the Spheres World Tour 2023 Jakarta" milik Coldplay.

"Pihak manajemen Coldplay telah mengonfirmasi pada promotor: TEM Presents dan PK Entertainment bahwa tingkat pengembalian Xyloband untuk konser Coldplay yang berlangsung pada 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta adalah 77 persen," ungkap Image Dynamics.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihak promotor meminta kepada media dan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat dan tetap mengacu pada data yang benar.

Berikut adalah perbandingan tingkat pengembalian xyloband di Jakarta dengan kota-kota lain yang telah dikunjungi oleh konser Music of the Spheres World Tour ini.

Tingkat Persentase Pengembalian Gelang LED Konser Coldplay

1. Tokyo: 97%

2. Copenhagen: 96%

3. Buenos Aires: 94%

4. Kaohsiung: 93%

5. Gothenburg: 85%

6. Amsterdam: 82%

7. Berlin: 80%

8. Indonesia: 77%

 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.