Akurat

Sosok Pemilik PT Unilever Indonesia, Diduga Menjadi Perusahaan Besar Yang Mendukung Israel

Iim Halimatus Sadiyah | 14 November 2023, 15:31 WIB
Sosok Pemilik PT Unilever Indonesia, Diduga Menjadi Perusahaan Besar Yang Mendukung Israel

AKURAT.CO Dengan beragam produknya, PT Unilever Indonesia telah berkembang menjadi salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia.

Sejak Unilever diisukan mendukung Israel dan menaruh saham besar, sosok pemilik dari PT Unilever Indonesia mulai dicari tahu oleh masyrakat.

Pasalnya, banyak produk Unilever yang sudah menemani keseharian masyarakat Indonesia sehingga mereka merasa bingung untuk mengganti produk lainnya, akibat Unilever mendukung Israel.

Sosok pemilik PT Unilever Indonesia merupakan pemegang saham karena perusahaan terbuka. 

Unilever Indonesia pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik pada 1981, dan mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 11 Januari 1982.

Baca Juga: MUI Terbitkan Fatwa Haram Beli Produk Israel, Cek Inilah Isi Ketentuan Hukumnya

Mengutip berbagai sumber, Selasa (14/11/2023), berikut ini sosok dari pemilik PT Unilever Indonesia yang selalu menjadi pertanyaan publik belakangan ini.

Siapa Pemilik Unilever?

Ira Noviarti merupakan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia. Dia adalah warga negara Indonesia asli yang lahir dan tinggal di Jakarta.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada 25 November 2020, Ira Noviarti ditunjuk sebagai Presiden Direktur, yang perannya tersebut dimulai pada 1 Desember 2020.

Pada tahun 2019, Ira Noviarti memasuki Senior Executive Leadership Program di Harvard Business School, tepat di usia 52 tahun. 

Ira dikenal sebagai seorang wanita yang sukses dalam karier yang dijalaninya, seperti yang ditunjukkan oleh prestasinya yang luar biasa.

Ira Noviarti memulai karier di Unilever pada tahun 1995, dan sebelum menjabat sebagai Presiden Direktur Unilever Indonesia, ia telah menjabat di berbagai posisi senior di Unilever Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Gara-gara Es Krim, Unilever Pernah Kewalahan Akibat Gerakan Boikot Produk Israel

Unilever Indonesia pertama kali didirikan dengan nama "Lever's Zeepfabrieken N.V." di daerah Angke, Jakarta Utara, 5 Desember 1933. 

Perusahaan tersebut didirikan berdasarkan akta No. 23 dari Mr. A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia.

Pada 22 Juli 1980, Perusahaan berganti nama menjadi “PT Unilever Indonesia” dengan akta No. 171 dari notaris Ny. Kartini Muljadi SH. 

Kemudian, perubahan nama kembali terjadi pada 30 Juni 1997 menjadi “PT Unilever Indonesia, Tbk.” dengan akta No. 92 notaris publik Bp. Mudofir Hadi SH. 

Akta Tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan surat keputusan No.C2-1.049HT.01.04 TH.98 tanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998, tambahan No. 39.

Baca Juga: Daftar 91 Produk Pro-Israel Yang Diharamkan MUI, Banyak Merek Ternama Sering Dipakai

Sejak perang Israel vs Palestina memanas, Unilever adalah salah satu perusahaan global yang disebut mendukung keberadaan Israel. 

Pada bulan Juli 2022, Alan Jope, kepala eksekutif dan CEO Unilever, sudah menyatakan komitmen Unilever untuk terus melakukan bisnisnya di Israel, termasuk PT Unilever Indonesia.

Pada tahun 1930, Margarine Unie, produsen margarin asal Belanda, bergabung dengan Lever Brothers, produsen sabun asal Inggris, untuk membentuk Unilever. 

Dengan kebutuhan bahan baku yang sama, seperti minyak kelapa sawit, membuat kedua perusahaan besar tersebut bergabung. P

erusahaan ini awalnya hanya memproduksi margarin dan sabun, tetapi kemudian beralih ke diversifikasi bisnis, yang berarti memproduksi lebih banyak barang untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Baca Juga: Daftar Produk Unilever yang Diduga Mendukung Penjajahan Israel atas Palestina

Berikut ini produk yang berada di bawah Unilever, yaitu:

  1. Kecap Bango
  2. Penyedap rasa Royco
  3. Teh Sariwangi
  4. Jus Buavita
  5. Es krim Walls
  6. Lifebuoy
  7. Sunlight
  8. Pepsodent
  9. Rexona
  10. Sunsilk
  11. Clear
  12. Dove
  13. Vaselline
  14. Rinso
  15. Glow & Lovely

Perusahaan Belanda UNILEVER INDONESIA HOLDING B.V, memiliki 32,424,387,500 saham dan merupakan pemegang saham terbesar Unilever. Perusahaan ini memiliki 85 persen saham perusahaan. 

Dalam hal kepemilikan saham direksi dan komisaris, Ira Noviarti dari Indonesia memiliki 870,000 saham, diikuti oleh Ir. Ainul Yaqin dengan 338,200 saham, dan sisanya dimiliki oleh Hernie Raharja dan Willy Saelan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.