Klarifikasi Pelaku Bully Siswi SMAN 1 Stabat, Warganet: Minta Maaf Pas Udah Viral

AKURAT.CO Viral rekaman video yang beredar di media sosial menampilkan perilaku perundungan atau bully siswi sekolah.
Diketahui tidak hanya bully biasa, melainkan juga ada tindakan pelecehan yang terjadi.
Aksi bully tersebut terjadi di SMAN 1 Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Selasa (13/10/2023). Para pelaku merupakan siswi yang masih duduk di kelas 12 IPS.
Baca Juga: Viral Kasus Bully Di Cilacap, Peran Orang Tua Sangat Penting Dalam Mencegah Anak Menjadi Perundung
Kronologi Perundungan
Dalam video yang viral, pelaku melancarkan aksi perundungan dengan menarik hijab milik korban. Selain itu, pelaku juga beberapa kali memegang area sensitif di dada korban.
Kemudian video perundungan direkam dan disebarluaskan oleh salah satu pelaku yang kemudian viral di media sosial.
Menurut beberapa sumber, Jumat (20/10/2023), pelaku perundungan berinisial BNQ, MS dan FDM yang diketahui salah satunya merupakan anak dari pejabat negara.
Pelaku berinisial FDM diketahui anak dari aparat kepolisian, sedangkan salah satu pelakunya juga merupakan keponakan dari anggota DPRD Langkat.
Baca Juga: Diam Mengalahkan Bully, Ini Penjelasannya
Permintaan Maaf Pelaku dan Tanggapan Warganet
Setelah aksi perundungan viral, para pelaku membuat sebuah video permintaan maaf usai tindakan yang mereka lakukan.
Dalam video tersebut terdapat tiga pelaku perundungan bersama dengan korban. Kemudian, para pelaku mengaku bahwa tindakannya itu hanyalah sebuah candaan dan tidak ada niatan untuk merundung.
Selanjutnya, para pelaku juga mengucapkan kalimat maaf hingga memeluk tubuh korban. Video permintaan maaf ini justru menuai respons negatif dari warganet.
Bahkan sebagian besar menyinggung profesi orang tua pelaku yang diketahui merupakan aparat kepolisian.
Berikut adalah berbagai komentar dari warganet melalui platform X.
"Mrasa punya power slalu semena mena," tulis akun @yoogiis.
"Pantes, anak pejabat rata2 kelakuan gak bener semua," tulis @sabendinowings.
"Kasih sanksi sosial dulu ayo netizen," tulis @supermoyy.
"Polanya sama terus yaa, heran! Ngebully - viral - klarifikasi minta maaf," tulis @tebaratjun.
"Halah.. minta maaf juga karena ketauan dan viral, basi banget. minimal dari sekolahaannya juga tegas kasih hukuman biar pada kapok, jangan cuma suru buat video minta maaf doang. mana mereka ngerasa ortunya punya kuasa, ga akan ada efek kapoknya sih pasti," @fluvfybw menjelaskan.
Tiga Pelaku Dikeluarkan
Diketahui bahwa para pelaku perundungan resmi dikeluarkan dari sekolah pada Kamis (19/10/2023). Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertemuan antara kedua pihak untuk membahas kelanjutan masalah.
Sebelumnya, orang tua korban telah mengajukan surat permohonan kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan para pelaku
Menurut Kepala SMAN 1 Stabat, Nano Prihatin, mengatakan pihak keluarga korban berjanji tidak akan membawa masalah ke ranah hukum jika para pelaku perundungan dikeluarkan.
Salah satu orang tua pelaku yang disebut sebagai aparat kepolisian, Iptu Boirin, mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika anaknya dikeluarkan dari sekolah.
Lebih lanjut, kondisi korban diketahui tengah menjalani tahap pemulihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







